Puluhan Sopir Bus di Terminal Jombor Dites Urine

Langkah preventif dari BNN Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk memastikan seluruh kru armada bus dalam kondisi prima

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
TES URINE: Sejumlah sopir bus terminal Jombor mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dan tws urine 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan sopir bus di Terminal Jombor menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk memastikan kondisi mereka fit selama arus mudik Lebaran 2026.
  • Pemeriksaan dilakukan oleh BNN Sleman bersama Dishub dan Satpol PP guna memastikan kru bus bebas dari narkotika.
  • Selain sopir, kondisi armada bus juga diperiksa melalui ramp check untuk meningkatkan keselamatan perjalanan pemudik.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan sopir bus di Terminal Jombor, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk menjamin keamanan dan kenyamanan arus mudik- balik lebaran 1447 H/2026. 

Langkah preventif dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk memastikan seluruh kru armada bus dalam kondisi prima, baik secara jasmani maupun rohani, serta bebas dari pengaruh narkotika.

"Kami berharap, karena mereka membawa penumpang bernyawa, kami ingin menjamin kondisi mereka benar-benar fit sehingga pemudik bisa sampai di rumah dengan aman dan nyaman," ujar Teguh, Senin (16/3/2026). 

Pemeriksaan dan tes urine sopir

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi para sopir bus ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dari Dinas Perhubungan DIY, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpolpp). Satu persatu sopir bus didata dan diberikan cup kecil untuk menampung urine yang hendak diperiksa. 

Setelah itu, mereka secara bergantian diskrining kesehatan melalui pengecekan tensi. Teguh mengungkapkan, dalam pemeriksaan kali ini disediakan 50 alat tes urine. Ia mengungkapkan jika ditemukan awak bus yang terindikasi positif, pihaknya akan segera melakukan screening dan assessment mendalam.

"Jika positif, akan kami dalami apakah karena pengaruh obat-obatan tertentu seperti obat batuk atau pusing. Namun, jika memang tidak layak jalan, kami berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menangguhkan keberangkatannya sampai yang bersangkutan benar-benar fit kembali," ujar dia.

Cek armada

Sejalan pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi sopir, kesiapan fisik armada bus juga telah melalui serangkaian proses pengecekan (rampcek) dari Dinas Perhubungan.

Melalui sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran di wilayah Kabupaten Sleman. 

Sopir Bus PO Sinar Jaya Jurusan Yogyakarta - Jakarta, Rasimin mengaku senang diselenggarakan tes urine dan pemeriksaan kesehatan gratis. Baginya, pemeriksaan ini sangat membantu untuk mengetahui kondisi badannya. Apalagi, selama dijalan membawa penumpang, dirinya dan mungkin sopir yang lainnya tidak memiliki banyak waktu untuk skrining kesehatan di Puskesmas ataupun ke Rumah Sakit. 

"Sae. Kangge kulo sae (bagi saya baik). Kalau untuk saya sekalian cek kesehatan, karena tidak pernah cek kesehatan di rumah sakit maupun Puskesmas. Jadi saya semangat ikut ini, mumpung gratis," katanya. 

Ia mengaku setiap tahun, setiap ada kegiatan tes kesehatan dan tes urine selalu ikut. Sebab baginya, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. 

"Keselamatan penumpang nomer satu," katanya.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved