Demi Bisa Mudik Lebaran, Mahasiswa Berburu Tiket Pesawat Sejak Sebelum Puasa

Ia tak menampik bahwa sudah ada program pemerintah untuk menurunkan harga tiket lewat diskon, namun harganya tetap dirasa tinggi

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
MUDIK: Calon penumpang pesawat saat melakukan proses lapor-masuk (check in) di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo, belum lama ini. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswi asal Bangka Belitung di Yogyakarta membeli tiket pesawat jauh hari karena hanya ada satu penerbangan langsung dari YIA ke Bangka.
  • Meski ada program diskon pemerintah, harga tiket Lebaran tetap dirasa tinggi, sekitar Rp 1,5 juta sekali perjalanan.
  • Opsi transit melalui Jakarta tersedia, namun biayanya lebih mahal sehingga penumpang memilih penerbangan langsung untuk kepastian mudik.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Masa libur Lebaran atau Idulfitri 1447 Hijriah (H) telah dimulai. Warga perantau di DIY pun memanfaatkan momen tersebut untuk bisa kembali ke kampung halaman agar bisa berkumpul dengan keluarga saat Lebaran.

Tak terkecuali bagi Safrina, warga asal Bangka Belitung yang sedang menjalani kuliah di Yogyakarta. Ia memanfaatkan masa libur Lebaran yang cukup panjang untuk pulang ke rumahnya di Pulau Bangka.

"Saya sampai pesan tiket pesawat untuk pulang sejak sebelum puasa," ungkapnya ditemui di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo, Jumat (13/03/2026) lalu. 

Hanya satu penerbangan

Bukan tanpa alasan, Safrina harus membeli tiket jauh hari karena hanya ada 1 penerbangan langsung dari YIA menuju Bangka. Membeli tiket lebih awal membuatnya bisa mendapat kepastian untuk bisa pulang.

Ia mendapatkan tiket pesawat dengan harga sekitar Rp 1,5 juta untuk satu orang dan satu kali perjalanan. Jika tidak mendapat tiket itu, maka ia harus membeli tiket pesawat dengan model transit atau harus mampir dulu ke Jakarta, baru setelahnya ke Bangka.

"Kalau pakai transit begitu, harganya bisa Rp 2 juta untuk 1 tiket," ujar Safrina.

Gadis ini pun sudah menyiapkan antisipasi jika tidak mendapat tiket pesawat dengan harga terjangkau. Opsi lain adalah dengan naik kereta api dari Yogyakarta menuju Jakarta, lalu dari sana baru menggunakan pesawat terbang ke Bangka sehingga biayanya bisa lebih ditekan.

Tak jauh berbeda, Gisca Rahmania juga memilih membeli tiket pesawat mudik Lebaran sebelum puasa. Alasannya sama, hanya ada 1 penerbangan yang langsung menuju kampung halaman.

"Saya takut kehabisan karena cuma 1 penerbangan, sedangkan lainnya pakai transit," tutur Gisca, mahasiswi asal Bangka Belitung ini.

Seperti Safrina, ia mendapat tiket pesawat seharga Rp 1,5 juta untuk sekali perjalanan dengan penerbangan langsung. Namun ia merasa harganya agak mahal dibandingkan hari biasa.

Ada diskon pemerintah, harga tiket tetap tinggi

Sebab Gisca pernah mendapatkan tiket pesawat ke Bangka dengan harga Rp 1,2 juta pada September 2025 lalu. Ia tak menampik bahwa sudah ada program pemerintah untuk menurunkan harga tiket lewat diskon, namun harganya tetap dirasa tinggi.

"Masa lebih murah kalau ke Malaysia dibandingkan terbang dalam negeri," katanya.

General Manager YIA Kulon Progo, Ruly Artha mengatakan bahwa pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan diskon tiket pesawat untuk Lebaran ini. Diskon tiket pesawat didapat dengan cara memotong biaya jasa di bandara.

Potongan biaya jasa diberikan sebesar 50 persen untuk PJP2U dan PJP4U yang masuk sebagai komponen harga tiket. Adanya potongan biaya itu diklaim bisa membuat harga tiket pesawat lebih murah.

"Bisa dicek di penyedia jasa perjalanan bahwa harga tiket pesawat di libur Lebaran ini masih sama dengan hari biasanya," jelas Ruly.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved