DPUPKP Bantul Gencarkan Penambalan Jalan Berlubang Hingga H-3 Lebaran 2026

Penambalan jalan rusak di Bantul dilakukan untuk memperlancar akses lalu lintas dan mengantisipasi gangguan karena kondisi jalan berlubang. 

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon. 
Ringkasan Berita:
  • DPUPKP Kabupaten Bantul menggencarkan penambahan jalan berlubang atau rusak jelang Idulfitri 2026
  • Penambalan jalan rusak dilakukan untuk memperlancar akses lalu lintas dan mengantisipasi gangguan karena kondisi jalan berlubang. 
  • Mekanisme penambalan jalan dilakukan hingga H-3 Lebaran 2026. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang momen Idulfitri 2026, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul menggencarkan penambahan jalan berlubang atau rusak.

Kepala DPUPKP Kabupaten Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, menyebut penambalan jalan rusak dilakukan untuk memperlancar akses lalu lintas dan mengantisipasi gangguan karena kondisi jalan berlubang. 

"Kami ingin membuat warga yang mengakses jalan menjadi nyaman, sehingga dilakukan penambalan jalan," katanya, saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

Mekanisme penambalan jalan dilakukan hingga H-3 Idulfitri 2026.

Bahkan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran penambalan jalan rusak tersebut. 

"Sampai saat ini kami masih melakukan penyisiran jalan rusak. Sasarannya di jalur wisata, Jalan Kabupaten dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, dan jalur-jalur alternatif rekayasa lalu lintas," urai Jimmy. 

Baca juga: Viral Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang, DPUPKP Bantul: Sudah Ditangani Provinsi

Penambalan Sementara

Dikatakannya, pembenahan sementara ini dilakukan dengan metode penambalan, dikarenakan penanganan jalan tahun 2026 masih dalam proses perencanaan dan sedang dalam tahap tender. 

"Jadi, anggaran yang digunakan untuk penambalan jalan selama Ramadan atau menjelang Idulfitri ini kebanyakan masih menggunakan sisa anggaran tahun lalu yang memang kita cadangan untuk awal tahun," ujarnya.

Anggaran itu disiapkan sebab pihaknya sudah mengantisipasi kondisi bencana hidrometeorologi dan persiapan bulan puasa.

Artinya, sudah ada anggaran khusus dari anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2025 yang dikantongi khusus untuk awal tahun 2026.

"Tapi, karena bantuan kita terbatas jadi kita masih membutuhkan masukan dari masyarakat terkait jalan mana lagi yang harus dilakukan penanganan. Dan mohon maaf jika pelayanan kami belum maksimal, tapu kami tetap berupaya memberikan layanan terbaik," tuturnya.

Lebih lanjut, masyarakat yang ingin mengajukan laporan terkait keberadaan jalan rusak dapat dilakukan di portal Lapor Bantul maupun langsung menghubungi instansinya untuk segera dilakukan tindak lanjut.

"Karena lebaran nanti masih ada potensi bencana hidrometeorologi, maka kami siapkan pula posko di kantor dinas dengan stand by alat berat. Nanti minimal per hari ada tiga sampai lima orang yang berjaga untuk penanganan jalan rusak," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved