Seniman Bambang Pramono Gebrak Kancah Internasional Lewat Karya Tanpa Kebenaran
Penciptaan karya ini merupakan upaya Bambang untuk menjadikan seni lukis sebagai pernyataan pribadi yang jujur di tengah riuhnya isu sosial
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Seniman kontemporer Bambang Pramono berhasil menggebrak kancah seni rupa melalui karya terbaru bertajuk "Tanpa Kebenaran" dan sukses tembus Internasional dalam pameran yang diselenggarakan oleh ACTour Ketam, Malaysia.
Karya itu pun sempat hadir di pameran The 5th Pulau Ketam International Art Festival 2025, 131 Bagan Teochew 42940 Pulau Ketam Selangor, Klang Malaysia pada 19-30 September 2025 dan Art Charity di Kuala Lumpur pada 22 November – 7 Desember 2025.
Penciptaan karya ini merupakan upaya Bambang untuk menjadikan seni lukis sebagai pernyataan pribadi yang jujur di tengah riuhnya isu sosial.
Medan tempur gagasan
Dengan begitu, karya ini bukan sekadar presentasi estetika, melainkan sebuah respons kritis terhadap isu perpindahan, keterbatasan ruang hidup, dan kerapuhan eksistensi manusia modern.
Tidak hanya itu saja, dalam konstelasi seni rupa kontemporer, lukisan tidak lagi sekadar perayaan estetika visual, melainkan sebuah medan tempur gagasan.
Pelukis sekaligus kurator dari platform edukasi seni Painting Explorer, Deni Junaedi, menilai, karya ini menyoroti fenomena ruang singgah yang kini menjadi realitas pahit bagi banyak individu.
"Melalui metafora perahu dan struktur hunian yang rapuh, Bambang mengajak apresiator masuk ke dalam labirin psikologis yang sunyi namun penuh gejolak," katanya, Kamis (5/3/2026).
Dikatakannya, Bambang tidak sedang memotret realitas fisik, melainkan membedah psikologi manusia yang terjebak dalam ketidakpastian.
"Struktur hunian di atas perahu dalam lukisan ini merefleksikan kondisi hidup yang tidak stabil dan rentan," ujar Deni Junaedi.
Kekuatan Visual yang Minimalis
Secara teknis, Tanpa Kebenaran menonjolkan strategi visual yang unik dengan pendekatan minimalisme konseptual yaitu penggunaan garis yang ringan dan bentuk sederhana untuk menegaskan kesan keparauan.
Sementara, Ruang Kosong (Void) menjadi latar belakang warna yang dominan menciptakan suasana keterasingan dan kegelisahan yang magis.
"Lukisan ini menjadi semacam medium komunikasi visual yang menantang penonton untuk merenungkan kembali makna rumah dan hak atas ruang," jelas dia.
Melalui pendekatan yang puitis namun tajam, Bambang dinilai mampu membuktikan bahwa seni rupa tetap menjadi instrumen penting dalam menyuarakan kepekaan kemanusiaan.
Karya Tanpa Kebenaran ini juga diharapkan mampu memicu dialog mendalam mengenai keberlangsungan hidup dan identitas manusia dalam konteks kehidupan kontemporer yang kian transisi.
Karya terbaru Bambang Pramono bertajuk "Tanpa Kebenaran" hadir sebagai sebuah respon kritis sekaligus personal terhadap fragmen ruang hidup yang kian terhimpit.
"Melalui kanvasnya, Bambang tidak sedang memotret realitas fisik, melainkan membedah psikologi manusia modern yang terjebak dalam ketidakpastian," tutup dia.(nei)
seniman
| Asah Sensitivitas Kemanusiaan, Butet Kartaredjasa Boyong Seniman Melukis di Rutan Polres Bantul |
|
|---|
| Kisah Mbah Kibar, Seniman Asli Bantul yang Berjuang Tebus Tanah Leluhur Lewat Goresan Kanvas |
|
|---|
| Kisah di Balik Pameran Road To Igo, Seniman Muda yang Sukses Memukau Kurator IFI Jogja |
|
|---|
| Yu Beruk Wafat, Susilo Nugroho 'Den Baguse Ngarso' Kenang Dedikasi Sang Maestro di Balik Panggung |
|
|---|
| Eternal Light dan Konsistensi Pengkaryaan Indiria Maharsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Seniman-Bambang-Pramono-Gebrak-Kancah-Internasional-Lewat-Karya-Tanpa-Kebenaran.jpg)