Mobilitas Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di DIY Diprediksi Capai 8 Juta Orang

Dishub DIY memprediksi mobilitas selama arus mudik dan balik Lebaran di DIY tahun ini bisa mencapai 8 juta orang. 

Tribun Jogja/Istimewa
PERBATASAN - Gapura perbatasan DIY dan Jawa Tengah di Tempel, Sleman. Wilayah Tempel diperkirakan jadi titik kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 

Berdasarkan pemetaan terbaru Dinas Perhubungan DIY, kepadatan lalu lintas justru diperkirakan akan menumpuk di wilayah Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. 

Hal itupun membuat pola mobilitas masyarakat pada masa mudik Lebaran 2026 di DIY dipastikan mengalami perubahan signifikan. 

Titik kemacetan ini bergeser dari prediksi awal yang memperkirakan penumpukan terjadi di kawasan akses jalan tol di sisi timur Yogyakarta.

Faktor ekonomi dan keengganan membayar tarif tol menjadi alasan utama perubahan pola pergerakan pemudik ini.

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, memaparkan bahwa fenomena tersebut terpotret dari hasil evaluasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Pola pergerakan pada masa Lebaran 2026 diproyeksikan tidak akan jauh berbeda dengan masa Nataru lalu yang secara umum berjalan cukup baik, dengan anomali penumpukan kendaraan yang justru menjauhi gerbang tol.

"Justru padatnya malah di area Tempel. Saat Nataru kemarin kita mengira di Prambanan, ternyata salah. Karena biaya tol agak mahal, jadi cenderung tidak menggunakan tol," katanya.

Pergeseran titik macet ini menuntut perhatian ekstra, mengingat volume kendaraan yang akan melintas diproyeksikan sangat masif.

FUNGSIONAL - Penampakan Gerbang Tol Purwomartani di Kalasan, Sleman, DIY. Ruas tol Prambanan-Purwomartani rencananya akan dibuka fungsional saat Lebaran 2026
FUNGSIONAL - Penampakan Gerbang Tol Purwomartani di Kalasan, Sleman, DIY. Ruas tol Prambanan-Purwomartani rencananya akan dibuka fungsional saat Lebaran 2026 (Tribun Jogja/Dok. Jasamarga)

Operasional Tol Fungsional 

Sebelumnya, Dishub DIY juga memastikan bahwa tol fungsional di area Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer hanya akan dibuka untuk satu arah, yakni bagi kendaraan yang keluar dari Yogyakarta. 

Keputusan ini diambil karena infrastruktur pendukung, terutama fasilitas untuk putar balik (U-turn), dinilai belum siap sehingga tidak memungkinkan untuk melayani arus masuk.

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi terakhir dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, saat rapat di Solo beberapa waktu lalu.

Menurutnya, penggunaan terbatas ini menjadi pembeda utama antara penanganan arus mudik Lebaran kali ini dengan periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.

"Terkait dengan (tol fungsional) di Purwomartani, kami kemarin berdiskusi di Solo dengan semua pihak, termasuk dengan Kementerian. Fungsinya nanti, secara fungsional, tol tersebut adalah untuk arus keluar (out), bukan masuk (in)," ujar Erni di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).

Ia merinci, kendaraan yang hendak masuk ke Yogyakarta melalui jalur tersebut akan tetap diarahkan keluar di Prambanan.

Kesiapan infrastruktur menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. 

"Kalau untuk arus masuk, lalu lintas masih akan diarahkan ke Prambanan karena secara infrastruktur belum siap. Masih perlu pembebasan lahan untuk putar balik (U-turn), karena fasilitas U-turn itu yang belum ada. Jadi, itu mungkin sedikit perbedaannya antara Nataru yang lalu dengan sekarang," terangnya.

( tribunjogja.com/ han )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved