Mobilitas Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di DIY Diprediksi Capai 8 Juta Orang
Dishub DIY memprediksi mobilitas selama arus mudik dan balik Lebaran di DIY tahun ini bisa mencapai 8 juta orang.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Dishub DIY memperkirakan akan terjadi mobilitas pergerakan orang keluar dan masuk wilayah DIY dalam jumlah yang besar selama arus mudik dan balik Lebaran 2026
- Mobilitas selama arus mudik dan balik Lebaran di DIY tahun ini bisa mencapai 8 juta orang.
- Guna menjamin kelancaran arus lalu lintas pada masa mudik ini, Dinas Perhubungan DIY tengah menyusun langkah strategis.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memperkirakan akan terjadi mobilitas pergerakan orang keluar dan masuk wilayah DIY dalam jumlah yang besar selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, memprediksi mobilitas selama arus mudik dan balik Lebaran di DIY tahun ini bisa mencapai 8 juta orang.
"Kurang lebih sekitar 8 jutaan mobilitas di DIY. Itu seluruh kabupaten/kota," ujar Chrestina merinci skala pergerakan di seluruh wilayah administratif.
Lebih lanjut, Chrestina menjelaskan bahwa estimasi mobilitas 8 juta orang tersebut dihitung dengan mengacu pada pemantauan pola pergerakan orang di sejumlah jalur masuk utama ke wilayah DIY.
Titik-titik pantau utama itu meliputi kawasan Prambanan, Jalan Godean dan Jalan Wates.
Pemantauan juga mencakup jalur-jalur alternatif yang selama ini kerap dijadikan perlintasan utama oleh para pemudik untuk menghindari jalan arteri.
Susun Langkah Strategis
Guna menjamin kelancaran arus lalu lintas pada masa mudik dan balik Lebaran tahun ini, Dinas Perhubungan DIY tengah menyusun langkah strategis.
Informasi terkait rute atau jalur alternatif akan kembali disosialisasikan secara masif kepada masyarakat sebelum puncak arus mudik terjadi.
Selain sosialisasi, langkah antisipatif di lapangan juga telah disiapkan dengan matang.
Dishub DIY terus mengintensifkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
Pemantauan arus lalu lintas kendaraan akan dikendalikan secara langsung dan real-time melalui fasilitas back office Smart Province yang kini telah terintegrasi dengan sistem di Kepolisian Daerah (Polda) DIY.
Intervensi rekayasa lalu lintas juga disiapkan khusus untuk memecah kepadatan di persimpangan jalan, terutama untuk merespons titik-titik yang diprediksi akan mengalami penumpukan kendaraan ekstrem seperti di kawasan Tempel.
"Kita bersama kepolisian dan stakeholder lain akan melakukan pengaturan lalu lintas. Pengaturan traffic light nanti juga diperpanjang durasinya di simpang-simpang yang kepadatannya tinggi," terang Chrestina.
Baca juga: Sri Sultan HB X Instruksikan Evaluasi MBG, Sekda DIY Terbitkan SE Pengawasan bagi Kabupaten/Kota
Titik Kemacetan Bergeser
Dishub DIY juga melakukan pemetaan terkait potensi titik atau simpul kemacetan selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026.
| TKP Senopati Kini Hanya untuk Parkir Mobil, Bus Pariwisata Diarahkan ke Ngabean dan Giwangan |
|
|---|
| Pembelaan Terakhir Sri Purnomo Sebelum Sidang Vonis, Bersikeras Unsur Korupsi Tidak Terbukti |
|
|---|
| Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Bantul, Kepala SDN Monggang Beberkan Kronologinya |
|
|---|
| Langkah Serius Pemda DIY Sikapi Kekerasan Jalanan: Perkuat Pendidikan Karakter hingga Hukuman Tegas |
|
|---|
| Alasan Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Setelah Dibuka Beberapa Jam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tempel-jadi-simpul-kemacetan-saat-arus-mudik-2026.jpg)