Aktivitas Gunung Merapi Kamis 26 Februari 2026: BPPTKG Catat 36 Kali Gempa Guguran

Pada periode pengamatan Kamis (26/2/2026), tercatat 36 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-23 mm dan lama gempa 70.47-163.43 detik.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Screnshoot video Badan Geologi
AWAN PANAS - Gunung Merapi saat meluncurkan awan panas sejauh 1000 meter ke arah Kali Putih beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG Yogyakarta merilis hasil pemantauan Gunung Merapi sepanjang periode pengamatan hari ini, Kamis (26/2/2026), pukul 00.00-06.00 WIB. 

Pada periode pengamatan tersebut tercatat 36 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-23 mm dan lama gempa 70.47-163.43 detik.

BPPTKG juga mencatat 18 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-35 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 20.36-52.55 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi terpantau berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur.

Suhu udara sekitar  19.8°C. Kelembaban 97.4 persen. Tekanan udara 915.1 mmHg. Intensitas curah hujan 2 mm per hari.

Baca juga: Info Cuaca Wilayah DIY Kamis 26 Februari 2026, Hujan Lebat Malam Nanti di Wilayah Ini

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved