Forum BEM se-DIY Turun ke Jalan, Suarakan Kekecewaan soal Tragedi Oknum Anggota Brimob di Tual
Massa dari Forum BEM se-DIY mulai berorasi di depan kantor DPRD DIY sembari membentangkan aneka spanduk berisi kritikan terhadap pemerintah dan Polri
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Aksi massa dari Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY mulai berorasi di depan kantor DPRD DIY sembari membentangkan aneka spanduk berisi kritikan terhadap pemerintah dan institusi Polri.
- Mereka tiba di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) pada Rabu sore (25/2/2026) sekitar jam 16.41 WIB.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Massa dari Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY mulai berorasi di depan kantor DPRD DIY sembari membentangkan aneka spanduk berisi kritikan terhadap pemerintah dan institusi Polri.
Massa aksi tiba di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) pada Rabu sore (25/2/2026) sekitar jam 16.41 WIB.
Kecewa pada Polri
Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap institusi Polri atas peristiwa meninggalnya bocah 14 di Tual, Maluku karena dipukul oleh oknum Brimob.
“Kita setiap hari disodori berita buruk tentang pemerintahan. Kami gak ingin berseberangan, ini adalah satu-satunya alat untuk menyuarakan keinginan kita,” kata salah satu orator.
Kritik ke pemerintah
Dia menyampaikan aksi pada Rabu sore merupakan mimbar demokrasi sebagai alat menyuarakan kritik terhadap pemerintahan.
Sementara koordinator aksi, Fathurochman menyampaikan aksi ini berangkat dari keresahan yang terjadi beberapa hari terakhir yang menuai amarah publik.
“Salah satunya anggota polsi di Tual diduga melakukan penganiayaan ke anak berusia 14 tahun,” katanya.
Fakta tersebut menurutnya tidak sejalan dengan agenda reformasi Polri yang selama ini digaungkan oleh pemerintah dan Polri sendiri.
Soroti Kepemimpinan Presiden Prabowo
Selain menyoroti terkait kinerja Polri, massa aksi juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Mereka menilai rencana Prabowo membentuk RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing menjadi bukti bahwa pemimpin Indonesia saat ini merupakan antek asing.
“Di mana di situ terjadi legitimasi kekuasaan, itu menjadi bagian antek asing sebenarnya, menurut keyakinan saya begitu,” tegasnya.
Setelah selesai berorasi di DPRD DIY, massa aksi melanjutkan agendanya untuk berorasi kembali di Titik Nol Km Yogyakarta.
| UPN Veteran Yogyakarta dan PWI DIY Rumuskan Model Kolaborasi Media Mainstream dan Jurnalisme Warga |
|
|---|
| Cek Jadwal dan Waktu Salat Sleman Jogja Bantul Hari Ini Senin 18 Mei 2026 |
|
|---|
| Polda DIY Turun Tangan Asistensi Kasus Shinta Komala di Polresta Sleman |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Senin 18 Mei 2026, Hujan Ringan Guyur Sebagian Wilayah DIY Hari Ini |
|
|---|
| Penurunan Daya Beli Masyarakat, Hotel Bintang Dua sampai Non-bintang Low Budget Jadi Pilihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Massa-dari-Forum-BEM-se-DIY-saat-menggelar-aksi-di-depan-gedung-DPRD-DIY-Rabu-2522026.jpg)