UPN Veteran Yogyakarta dan PWI DIY Rumuskan Model Kolaborasi Media Mainstream dan Jurnalisme Warga
tim peneliti UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng PWI DIY merumuskan model kolaborasi antara media arus utama dan penggiat citizen journalism
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Guna mengatasi masalah akurasi, etika, dan perlindungan hukum pada jurnalisme warga, tim peneliti UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng PWI DIY untuk merumuskan model kolaborasi antara media arus utama dan penggiat citizen journalism di Era 5.0.
Langkah ini diawali melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kampus UPNVY pada Rabu (13/5/2026) lalu dengan tema “Model Pengembangan Citizen Journalism di Era 5.0”.
FGD ini diinisiasi oleh peneliti UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Susilastuti DN, M.Si, Dr. Adi Soeprapto, M.Si, dan Arika Bagus Pradana, SIP, MA dan berkolaborasi dengan PWI Provinsi DIY.
Hadir dalam kegiatan FGD tersebut wartawan anggota PWI DIY dan jajaran redaksi media di DIY, dengan pemantik diskusi Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, SH.
Dosen UPNVY, Dr. Susilastuti DN, M.Si, mengatakan pesatnya perkembangan media digital semakin mendorong praktik citizen journalism (jurnalisme warga) sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi.
Di era disrupsi informasi, citizen journalism mengambil peran dalam memperluas akses publik mendapatkan informasi, memperkuat kontrol sosial, dan mendukung demokratisasi melalui berbagai platform media, terutama media sosial.
Baca juga: Harus Tahan Rindu Pulang ke Mandala Krida, PSIM Yogyakarta Kucurkan Anggaran Rombak SSA
Namun di sisi lain, praktik-praktik citizen journalism ini masih mengundang beberapa masalah seperti penyebaran hoax, rendahnya akurasi dan kredibilitas konten, pelanggaran etika, dan lain-lain.
Kemudian pelaku citizen journalism juga minim perlindungan hukum ketika produksi informasinya mengindikasikan adanya pelanggaran hukum.
Menurut Susilastuti, berdasarkan hasil riset sementara, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disebarkan oleh akun-akun media sosial cukup tinggi, seperti @jogja24jam, @merapi_uncover, @updatejogja, dan lainnya.
Namun, publik tetap akan memverifikasi informasi viral di media sosial tersebut ke media massa mainstream yang selama ini ada.
“Hasil sementara ini menunjukkan bahwa akun-akun media sosial yang selama ini memproduksi dan mendistribusikan informasi kepada publik bisa melakukan kolaborasi dengan media mainstream, terutama untuk melakukan verifikasi dan mengembangkan kualitas informasi,” paparnya.
Menurut Susi, melalui FGD ini pihaknya ingin mencari format yang paling pas, di mana media mainstream dan citizen journalism bisa bersama-sama menghasilkan sebuah produk informasi yang favourable (berkecukupan).
Sementara Ketua PWI DIY, Hudono mengungkapkan kolaborasi media mainstreem dan citizen journalism dibutuhkan di era digital saat ini.
Kolaborasi terutama ditekankan pada aspek etika penulisan, pemahaman hukum, dan mengembangkan program-program yang akan memperkuat penggiat citizen journalism dalam memproduksi informasi.
“Di era digital sekarang, kolaborasi menjadi kunci untuk melindungi masyarakat agar mendapatkan informasi yang bertanggung jawab,“ tegas Hudono.
Wartawan senior tersebut mencontohkan kolaborasi media mainstrem dan citizen jurnalism yang sudah terjalin.
Salah satunya adalah kasus daycare Little Aresha yang sekarang sedang ditangani pihak berwajib. Informasi awal ini kemudian diverifikasi oleh media arus utama. (*)
| Dari Kepala Daerah hingga Eksekutif BUMN, Alumni UPNVY Perkuat Jejaring Nasional |
|
|---|
| Keseruan Puncak HPN 2026 di Yogyakarta, Ada Senam, Jalan Sehat, hingga Layanan SIM Kolektif |
|
|---|
| Danrem 072 Pamungkas Terima Audiensi PWI DIY, Perkuat Sinergi TNI dan Insan Pers |
|
|---|
| Peringati HPN 2026, PWI DIY Gelar Jalan Sehat Sambil Buka Layanan Perpanjangan SIM |
|
|---|
| Refleksi HPN 2026, PWI DIY Ziarah ke Makam Udin dan Perintis Pers |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/UPN-Veteran-Yogyakarta-dan-PWI-DIY-Rumuskan-Model-Kolaborasi-Media-Mainstream-dan-Jurnalisme-Warga.jpg)