Penerima BPNT APBD Kulon Progo Turun Drastis Dampak Pemangkasan Anggaran Hingga 80 Persen
Kepala Dinsos-PPPA Kulon Progo, Ernawati Sukeksi menyampaikan ada penurunan jumlah penerima BPNT secara drastis di 2026 ini.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Seorang warga yang beruntung masih bisa mendapatkan BPNT APBD adalah Parni (60), warga lansia asal Kalurahan Kaliagung, Sentolo. Ia diketahui tinggal sendirian.
Bantuan sembako yang ia terima pun akan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Ia mendapatkan beras, telur, tempe, tahu, sayuran, bahkan buah berupa pisang.
"Baru kali ini ada buah, biasanya tidak ada," kata Parni yang tahun lalu juga menerima BPNT APBD.
Sembako tersebut akan ia manfaatkan untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Ia pun merasa bantuan yang diberikan menjadi rezeki bagi dirinya dan keluarga.
Nominal Rp200 Ribu
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kulon Progo, Ernawati Sukeksi, menjelaskan ada sebanyak 904 warga penerima BPNT APBD tahun ini.
"904 penerima ini berasal dari 12 kapanewon di Kulon Progo," kata Ernawati ditemui di Pasar Sentolo Baru, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo.
Setiap penerima akan mendapatkan bantuan senilai Rp200 ribu setiap bulan, selama 12 bulan.
Bantuannya disalurkan melalui E-Warong yang tersebar di 24 titik di Kulon Progo, bekerjasama dengan Bank BPD DIY.
Menurut Ernawati, nominal Rp200 ribu itu bisa didapatkan penerima bantuan dalam bentuk paket sembilan bahan pokok (sembako).
Meliputi beras, bahan protein, sayur, hingga gula pasir.
"Sembakonya berasal dari bahan pangan lokal yang disediakan oleh pemasok di bawah binaan Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperinkop-UKM)," ujarnya.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk penyediaan bahan pangan.
Ernawati mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi dan validasi untuk memastikan penerima bantuan tepat sasaran.
Apa Itu BPNT?
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah program bansos pangan dari Pemerintah berupa saldo elektronik yang disalurkan via Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada keluarga miskin terdaftar di DTKS.
Nominalnya adalah sebesar Rp200 ribu.
Bantuan ini khusus digunakan membeli sembako (beras, telur, dan sebagainya) melalui e-warong, bukan untuk ditarik tunai.
Program bantuan itu merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya yang kurang mampu. (*)
| Bawas MA Turun Gunung Selidiki Keteribatan Hakim di Kasus Little Aresha Daycare |
|
|---|
| Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini, Sabtu 2 Mei 2026 |
|
|---|
| Hitung-hitungan Peluang PSS Sleman Promosi ke Liga 1 Musim Depan |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Fisik dan Psikis Korban Penelantaran Little Aresha Daycare Memprihatinkan |
|
|---|
| Hasil Asesmen Korban Daycare Little Aresha, Terungkap Kondisi Fisik Psikis dan kognitif Anak-anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penyaluran-BNPT-APBD-Kulon-Progo-2026.jpg)