Warga Kulon Progo Keluhkan Menu Kering MBG selama Ramadan: Tak Ada Gizinya, Harga Hanya Rp6 Ribu

Tak setara Rp 15 ribu, seperti yang disampaikan selama ini, ia memperkirakan 4 macam makanan tersebut harganya hanya sekitar Rp 6 ribu.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
MENU KERING: Paket makanan kering Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima pelajar di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Senin (23/02/2026). Tampak kerta berisi petunjuk konsumsi yang diberikan bersama paket makanan. 

Ringkasan Berita:
  • Ibu dari pelajar di Kapanewon Sentolo mengatakan makanan MBG yang diberikan tidak bisa dikatakan bergizi
  • Ia menilai harga 1 paket makanan kering tersebut tak setara Rp 15 ribu. Ia memperkirakan 4 macam makanan itu harganya hanya Rp 6 ribu.
  • Kondisi itu menunjukkan makanan yang diberikan tidak sesuai dengan anggaran yang disediakan

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami perubahan selama puasa Ramadan ini, termasuk di Kulon Progo. Namun perubahan tersebut dikeluhkan oleh orang tua pelajar yang menjadi penerima program MBG.

Salah satunya adalah MB, ibu dari pelajar kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo. Ia turut mengirimkan foto yang menampilkan makanan yang diterima anaknya pada Selasa (24/02/2026).

Tak bergizi, harga hanya Rp6 ribu

Berdasarkan foto yang dikirimkan ke Tribun Jogja via aplikasi percakapan, makanan yang diberikan berupa roti, belimbing, pastel, dan puding.

"Menurut saya, makanan yang diberikan sangat tidak bisa dikatakan bergizi, roti seperti itu mana ada gizinya," kata MB.

Ia pun menilai harga dari 1 paket makanan kering tersebut tak setara Rp 15 ribu, seperti yang disampaikan selama ini. Ia memperkirakan 4 macam makanan tersebut harganya hanya sekitar Rp 6 ribu.

Tidak sesuai anggarannya

Menurut MB, kondisi itu menunjukkan makanan yang diberikan tidak sesuai dengan anggaran yang disediakan. Apalagi dengan jenis makanan yang diberikan, yang kandungan gizinya dinilai sangat minim.

"Makanan yang saya siapkan sendiri untuk anak saja sebenarnya sudah memenuhi gizi," ujarnya.

MB pun menyatakan rasa kecewa karena makanan yang diberikan dinilai tidak sesuai dengan alokasi anggaran seperti yang disampaikan. Ia pun berharap ada perbaikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menu serupa juga diterima para pelajar di SD Negeri Gembongan hari ini, yang mana MBG didapat dari SPPG Sukoreno. Kepala SDN Gembongan, Pri Hastuti Komarul mengatakan menu kering Ramadan sudah dimulai sejak Senin (23/02/2026) kemarin.

"Kalau Senin itu menunya berupa 1 roti, 5 buah kurma, patties ayam, dan 1 puding melon," jelas Hastuti dihubungi Tribun Jogja.

Disertai petunjuk konsumsi

Setiap paket MBG diterima disertai dengan kertas berisi petunjuk konsumsi. Seperti, agar segera dikonsumsi setelah buka puasa serta makanan dihangatkan sebelum dikonsumsi.

Hastuti mengungkapkan bahwa menu selama Ramadan tak berbeda dengan menu yang diberikan untuk hari Sabtu saat hari biasa. Sebab karena hari itu libur, maka pelajar mendapatkan makanan jenis kering.

"Makanannya diberikan di hari Jumatnya, agar bisa dibawa pulang oleh pelajar," ujarnya.

Serupa, paket MBG selama Ramadan juga diperbolehkan untuk dibawa pulang karena baru bisa dikonsumsi setelah buka puasa. Kondisi ini berbeda saat hari biasa dengan makanan jenis basah, yang harus dikonsumsi di sekolah.

Jika pelajar ada yang tidak masuk sekolah, maka orang tua bisa datang untuk mengambil jatah anaknya ke sekolah. Atau akan dititipkan ke pelajar lain yang rumahnya dekat dengan pelajar yang tidak masuk itu.

"Kami akan informasikan ke orang tua yang anaknya tidak masuk untuk mengambil jatah MBG-nya, seperti hari ini ada orang tua yang datang mengambil," jelas Hastuti.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved