Soal Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Siswa SLB, Polisi Didesak Segera Periksa Oknum Guru ASN
JPW mendukung pelaporan ke pihak kepolisian terhadap oknum guru ASN di Yogyakarta atas dugaan pelecehan seksual
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
Ia menjelaskan, dari keterangan awal korban dan keluarga terdapat tindakan yang dinilai tidak pantas dan mengarah pada pelecehan seksual di lingkungan sekolah.
“Ya ada tindakan-tindakan yang kurang etis, tidak senonoh yang dilakukan oleh oknum guru. Menurut kami itu hal yang menjijikkan karena anak-anak itu kan butuh hak pendidikan,” katanya.
Terkait lokasi, informasi sementara menyebut dugaan kejadian terjadi di ruang kelas maupun area lain di sekolah.
“Untuk tempatnya, sementara keterangan dari korban ada yang di ruang kelas, ada yang di luar. Itu nanti diungkap dalam penyelidikan,” ucap Hilmi.
Korban penyandang difabel
Hilmi meminta publik ikut memberikan dukungan terhadap korban agar proses hukum berjalan dengan semestinya.
Dia merasa kecewa lantaran korban dalam peristiwa ini merupakan anak dengan berkebutuhan khusus (difabel)
“Kami minta supaya oknum-oknum ini bisa ditindak tegas. Apalagi sudah tahu bahwa klien kami ini merupakan korban dan juga merupakan difabel. Jadi mohon maaf, sejak kecil kejang-kejang karena ada masalah pada sarafnya,”ujarnya.
Dia mengklaim tindakan terduga pelaku merupakan perbuatan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh guru kepada murid seorang difabel.
“Sehingga memang dari kami berharap supaya dari kanit PPA bisa memproses ini berdasarkan hukum yang berlaku dan mungkin bisa lanjut sampai di proses persidangan bisa mengungkapkan fakta hukum yang sebenarnya,” tegasnya.
Hilmi juga menyampaikan pihak berwenang tetap mendapat pendampingan untuk memenuhi hak rehabilitasi dari trauma yang disebabkan oleh terlapor.
Korban alami trauma
Reza menuturkan proses pemeriksaan terhadap saksi korban masih berlangsung.
Ada sedikit kendala komunikasi lantaran korban sendiri merupakan anak berkebutuhan khusus.
Namun dari keterangan keluarga, korban saat ini mengalami trauma pasca dugaan pelecehan seksual itu.
“Kalau kondisi korban ini ada trauma sedikit, ya, dia kan karena berkebutuhan khusus jadi untuk menggali fakta sedikit kesulitan,” ungkapnya.
Korban jalani pendampingan
Kuasa hukum lainnya, Arter Lukas Tulia, menyatakan korban kini menjalani pendampingan dan berharap proses hukum berjalan maksimal.
| Final Liga 2 PSS Sleman vs Garudayaksa FC: Kesiapan Dua Tim Jelang Duel di Partai Puncak |
|
|---|
| Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026 |
|
|---|
| Lokasi dan Jadwal SIM Corner dan SIM Keliling di Jogja Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026 |
|
|---|
| Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jogja Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026 |
|
|---|
| DIY Siap Antisipasi Megathrust, Bandara YIA Bisa Jadi Opsi Mitigasi Saat Tsunami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pelecehan-Seksual-111113.jpg)