Tanggapi Kritik Ketua DPRD, Wabup Kulon Progo Siap Benahi Anggaran

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko merespon kritik terkait kinerjanya bersama Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di setahun pertama

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko saat meresmikan gedung baru RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, beberapa waktu lalu 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, merespons kritik Ketua DPRD soal kinerja setahun pertama, terutama terkait infrastruktur dan komunikasi kebijakan.
  • Ia menegaskan perbaikan jalan menjadi prioritas, dengan fokus besar pada 2027–2029, serta memastikan anggaran ke depan lebih diarahkan ke infrastruktur.
  • Ambar juga membela perubahan identitas daerah dan mengklaim layanan administrasi serta perizinan kini lebih mudah, terbuka, dan tanpa biaya.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko merespon kritik terkait kinerjanya bersama Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di setahun pertama. Termasuk merespon pernyataan dari Ketua DPRD Kulon Progo terkait kinerja selama setahun ini.

Salah satunya soal infrastruktur, yang mana masyarakat merasa belum terlihat upaya perbaikan terhadap jalan yang rusak di Kulon Progo. Ambar mengatakan perbaikan jalan sudah menjadi program prioritas.

"Kami upayakan paling tidak untuk Jalan Kabupaten di Kulon Progo tidak berlubang ke depan," katanya dihubungi pada Jumat (20/02/2026).

Ambar tak menampik bahwa banyak ruas jalan di Kulon Progo yang rusak dan tidak tersentuh perbaikan selama belasan bahkan puluhan tahun. Ia menyatakan perbaikan infrastruktur seperti jalan jadi fokus kerja di tahun 2027 hingga 2029.

Ia turut menjawab kritikan soal perubahan identitas daerah Kulon Progo, dari Geblek Renteng menjadi Binangun Kertaharja. Perubahannya dilakukan pada motif batik hingga ornamen di bangunan pemerintah.

Menurutnya, perubahan itu dilakukan demi mengembalikan identitas Kulon Progo yang sesungguhnya, yaitu Gunungan Binangun. Selaras dengan 5 Gunungan yang mewakili setiap kabupaten/kota di DIY.

"Kami hanya ingin mengembalikan sejarah dan budaya yang ada di Kulon Progo, dan juga Geblek itu kan digoreng, bukan direnteng," jelas Ambar sembari sedikit berkelakar.

Baca juga: Hendak Edarkan Ribuan Pil Terlarang dan Sabu di Jogja, Dua Tersangka Diringkus BNNP DIY

Ia pun merasa komunikasi dirinya dan Bupati sebagai eksekutif dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai legislatif sudah berjalan baik. Klaim itu didasarkan pada proses penyusunan sejumlah peraturan daerah (perda).

Ambar pun memastikan bahwa pihaknya akan lebih terbuka dalam membahas perencanaan keuangan daerah. Salah satunya rencana untuk lebih banyak memfokuskan anggaran untuk infrastruktur mulai tahun depan.

"Kami pastikan eksekutif dan legislatif bersama-sama bekerja untuk masyarakat Kulon Progo yang lebih sejahtera, maju dan bahagia," ujarnya.

Terlepas dari berbagai kritik tersebut, Ambar menilai kinerjanya selama setahun pertama bersama Agung Setyawan sebagai Bupati sudah berjalan baik. Seperti pemenuhan target terkait peningkatan akses layanan ke masyarakat.

Ia mengeklaim bahwa saat ini warga Kulon Progo mendapatkan lebih banyak kemudahan dalam mengurus berbagai dokumen administrasi dan kependudukan yang penting. Perizinan pun saat ini dinilai lebih mudah, tanpa biaya, dan terbuka.

"Masyarakat Kulon Progo bisa mengakses semua layanan dengan mudah dan terbuka," kata Ambar.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kulon Progo, Aris Syarifuddin mengkritik gaya komunikasi pasangan Agung-Ambar yang menurutnya"fluktuatif". Sebab beberapa kebijakan dibuat tanpa komunikasi dengan legislatif.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved