Ramadan 2026

Program MBG di DIY Jalan Terus Selama Ramadan, Ini Pertimbangan dan Penyesuaiannya

Disdikpora DI Yogyakarta memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. 

Tribun Jogja/ Yuwantoro Winduajie
MBG JALAN TERUS - (ILUSTRASI) Petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Magelang mengolah menu makan bergizi gratis yang akan didistribusikan. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DI Yogyakarta memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.  

Ringkasan Berita:
  • Disdikpora DIY memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. 
  • Distribusi makanan disesuaikan dalam bentuk kemasan sehat yang memungkinkan sekolah mengemasnya sebagai sarana buka puasa para siswa.
  • Atas kebijakan ini, orang tua siswa meminta pengawasan kualitas MBG dalam bentuk kemasan sehat benar-benar diperketat.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DI Yogyakarta memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. 

Mengacu pada regulasi terbaru, distribusi makanan akan disesuaikan dalam bentuk kemasan sehat yang memungkinkan sekolah mengemasnya sebagai sarana buka puasa para siswa.    

Di kalangan orang tua siswa, dukungan terhadap kebijakan tersebut disertai sejumlah catatan.

Oktaviana (34), ibu rumah tangga, mengatakan keberlanjutan MBG penting untuk menjaga asupan gizi anak dengan penyesuaian selama bulan puasa.

Meski demikian, ia menekankan bahwa perubahan bentuk distribusi menjadi makanan kemasan menghadirkan tantangan baru, terutama terkait penyimpanan di sekolah.

“Saya berharap pengawasan kualitas benar-benar diperketat. Makanan kemasan memang lebih tahan lama, tetapi apakah penyimpanannya di sekolah sudah sesuai standar? Apakah suhu ruangan memadai? Jangan sampai niat baik memberi makanan bergizi justru berisiko pada keamanan pangan,” kata Oktaviana, Rabu (18/2/2026).

Oktaviana juga menyoroti aspek kenyamanan anak selama berpuasa. Menurut dia, pembagian makanan pada siang hari berpotensi menjadi distraksi bagi siswa yang sedang menahan lapar dan dahaga. 

Penyaluran MBG disesuaikan 

Sementara itu Kepala Disdikpora DIY, Suhirman menyatakan bahwa skenario penyaluran MBG selama bulan puasa mengalami penyesuaian teknis di lapangan. 

Hal ini merujuk pada Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 yang diterbitkan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelayanan program MBG pada periode Ramadan dan Idulfitri.

"Skenario tetap ada dari SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi). Akan ada koordinasi antara pihak sekolah dengan SPPG. Ada, tetap diberikan," ujar Suhirman, Rabu (18/2).

Sesuai SE Nomor 3 Tahun 2026, bagi wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, menu MBG siap santap dialihkan menjadi makanan kemasan sehat yang memiliki masa simpan lebih lama. 

Hal ini dilakukan bertujuan agar bantuan gizi tersebut tetap dapat dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.

Terkait pengawasan kualitas gizi dan higienitas, Suhirman menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan setiap paket yang diterima siswa memenuhi standar yang ditetapkan.

"Kami memantau ke sekolah-sekolah. Kemarin ada permintaan, misalnya untuk kegiatan buka puasa bersama, apakah bisa (menggunakan MBG)? Kalau misalnya sekolah mau mengadakan itu, koordinasi saja dengan SPPG. Karena itu sudah menjadi kewenangannya SPPG, kami biasanya sebatas melakukan monitoring saja," jelas Suhirman.

Populasi siswa nonmuslim

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved