Bupati Kulon Progo Imbau Warga di Wilayah Rawan Longsor untuk Tingkatkan Kewaspadaan

Agung pun mengimbau warganya agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi kejadian longsor. Terutama yang tinggal di wilayah rawan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa/Humas Pemkab Kulon Progo
TINJAU BENCANA: Bupati Kulon Progo Agung Setyawan (tengah) saat meninjau rumah Sarwadi di Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Selasa (17/02/2026). Rumah Sarwadi terdampak longsor akibat hujan ekstrem pada Senin (16/02/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi kejadian longsor, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan.
  • Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widada mengatakan ada lebih dari 30 titik bencana yang dilaporkan. Seluruhnya terjadi akibat hujan ekstrem pada Senin 
 
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Bupati Kulon Progo Agung Setyawan memberikan respons atas sejumlah kejadian longsor yang terjadi di wilayahnya. Apalagi cukup banyak warganya yang terdampak karena rumahnya mengalami kerusakan akibat terkena longsor.

Agung pun mengimbau warganya agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi kejadian longsor. Terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan.

"Saya mengimbau masyarakat agar sangat waspada, mengingat curah hujan saat ini sulit diprediksi," katanya memberikan keterangan pada Rabu (18/02/2026).

Wilayah rawan

Wilayah yang sangat rawan longsor berada di Pegunungan Menoreh. Menurut Agung, kondisi tanah di wilayah tersebut memiliki karakteristik yang mudah terjadi longsor saat terjadi perubahan musim.

Ia mencontohkan saat musim kemarau membuat tanah di Menoreh menjadi retak karena kering. Saat musim hujan datang, air hujan terserap sangat cepat ke dalam retakan tanah sehingga membuatnya jadi jenuh dan sangat mudah terjadi longsor.

"Warga yang hendak membangun rumah, sebaiknya agak jauh dari bibir tebing atau jurang demi keamanan," ujar Agung.

Salurkan bantuan

Selasa (17/02/2026) kemarin, ia bersama jajaran mendatangi warga di Kapanewon Nanggulan dan Kalibawang yang terdampak longsor. Bantuan pun turut diberikan pada warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Warga yang mendapatkan bantuan salah satunya Sarwadi di Kalurahan Banyuroto, Nanggulan. Bantuannya berupa dana stimulan perbaikan Atap, Lantai, Dinding (Aladin) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp 5 juta.

Bantuan turut diberikan pada Ismadi, warga Kalurahan Banjaroyo, Kalibawang yang atap dan dinding rumahnya rusak tertimpa pohon tumbang. Bantuan senilai Rp 1 juta diberikan sebagai respon darurat.

"Bantuan tersebut kami berikan untuk memastikan beban warga menjadi lebih ringan dalam menghadapi dampak bencana," jelas Agung.

30 titik bencana

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Setiawan Tri Widada mengatakan ada lebih dari 30 titik bencana yang dilaporkan. Seluruhnya terjadi akibat hujan ekstrem pada Senin (16/02/2026).

Sebagian besar kejadiannya berupa tanah longsor dan sisanya pohon tumbang. Kapanewon Kalibawang jadi wilayah dengan jumlah titik kejadian terbanyak.

"Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat puluhan kejadian tersebut, namun dipastikan tidak ada korban jiwa," kata Setiawan.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved