Diguyur Hujan Deras, Talud Rumah 5 Meter di Prambanan Ambrol
Hujan deras dengan intensitas cukup lama yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman pada Senin (16/2/2026) petang, menyebabkan sejumlah dampak bencana
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hujan deras dengan intensitas cukup lama yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman pada Senin (16/2/2026) petang, menyebabkan sejumlah dampak bencana.
Satu di antarnya talud penyangga rumah setinggi 5 meter di Kalurahan Sumberharjo, Prambanan ambrol. Insiden ini cukup mengkhawatirkan pondasi bangunan rumah yang jaraknya dengan tepi talud hanya sekira 3 meter.
Lurah Sumberharjo, Prambanan Kurniawan Widiyatno menyampaikan bencana tanah pekarangan rumah longsor ini terjadi dusun Umbulsari A.
Talud yang longsor sepanjang 15 meter dengan kedalaman sekira 5 meter. Jarak tepi talud dengan pondasi rumah 3 meter. Namun design rumah letter L sehingga ada bagian pondasi yang jaraknya lebih dari 3 meter.
"Longsoran talud agak jauh dari rumah warga sebelah, jadi tidak membahayakan pemukiman warga," kata Wawan, Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Wates Tembus Rp 100 Ribu Per Kg
Pihaknya bersama relawan, Satlinmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan dukuh Umbulsari A telah berkomunikasi dengan warga untuk melakukan pembersihan material longsor sekaligus normalisasi apabila cuaca sudah tidak hujan.
Adapun untuk pengaman lokasi, BPBD Kabupaten Sleman telah membantu terpal dan sudah dipasang untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.
Kampung siaga bencana Kalurahan Sumberharjo juga tidak tinggal diam. Mereka sudah menyalurkan bantuan kepada keluarga terdampak.
"Tim relawan kami tadi pagi juga sudah mendistribusikan bantuan logistik," katanya.
Sebagimana diketahui, hujan deras disertai angin kencang yang melanda Sleman pada Senin (16/2) petang menyebabkan bencana di 7 Kecamatan yaitu Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan dan Gamping.
Mayoritas adalah pohon tumbang menimpa kabel, rumah ataupun melintang di jalan. Tetapi, hujan dengan intensitas lama juga menyebabkan bencana talud ambrol di Tridadi dan tanah longsor di Prambanan.
Cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sleman Uun Mardiyanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, akibat cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan.
Imbauan ini menyusul adanya rilis prospek cuaca harian yang dikeluarkan oleh BMKG DIY mengenai potensi curah hujan ringan, sedang hingga lebat yang diprediksi melanda wilayah DIY pada 17-19 Februari mendatang.
"Kami selalu menghimbau masyarakat, terutama di wilayah rawan untuk selalu waspada terhadap potensi banjir, longsor maupun pohon tumbang," kata dia.(*)
| Gerbang Jogja-Klaten, Bupati Hamenang Dorong UMKM Prambanan ‘Curi Panggung’ Lewat Sektor Wisata |
|
|---|
| Tambal Defisit Anggaran Lewat Pajak Hiburan, Sleman Kejar Investasi Kereta Gantung di Prambanan |
|
|---|
| IDM dan BTN Teken Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Digital Pariwisata di Prambanan |
|
|---|
| Rayakan Semangat Kartini, Astra Motor Yogyakarta Roadshow Bareng BeAT ke SMA Negeri 1 Prambanan |
|
|---|
| Menko AHY Tanam Pohon Trembesi di Koridor Hijau Ruas Tol Prambanan-Purwomartani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Diguyur-Hujan-Deras-Talud-Rumah-5-Meter-di-Prambanan-Ambrol.jpg)