Program Padat Karya Tahun 2026 Sasar 39 Titik di Kulon Progo, Disiapkan Angaran Rp 3,9 M

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menyiapkan 39 program padat karya padat karya pada 2026 ini.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Kepala Disnaker Kulon Progo Bambang Sutrisno 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menyiapkan 39 program padat karya padat karya pada 2026 ini.

Jumlah itu meningkat 10 lokasi dibandingkan dengan tahun 2025 lalu  dimana saat itu hanya ada 29 lokasi.

Padat karya adalah program atau kegiatan pembangunan yang lebih banyak menyerap tenaga kerja manusia dibandingkan penggunaan mesin atau teknologi modern. 

Skema ini biasanya diterapkan pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan sementara, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengurangi angka pengangguran, terutama di wilayah pedesaan atau daerah dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. 

Melalui padat karya, masyarakat dilibatkan langsung dalam proses pembangunan seperti perbaikan jalan, irigasi, saluran air, hingga fasilitas umum lainnya.

Program padat karya juga memiliki dampak ganda, yakni selain mempercepat pembangunan infrastruktur skala kecil-menengah, juga memperkuat daya beli warga karena adanya tambahan penghasilan.

Di Indonesia, program ini kerap dijalankan oleh kementerian, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa, khususnya saat kondisi ekonomi melambat atau pascabencana. 

Dengan melibatkan masyarakat setempat, padat karya diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan secara langsung.

Kepala Disnaker Kulon Progo, Bambang Sutrisno menyampaikan tahun ini terdapat 39 titik lokasi pelaksanaan Program Padat Karya di seluruh wilayah Kulon Progo."Lokasinya bertambah 10 titik dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 29 titik," kata Bambang pada wartawan, Senin (16/02/2026).

39 titik tersebut tersebar di 12 kapanewon dalam wilayah Kulon Progo. Anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan Padat Karya di setiap titik lokasi sekitar Rp 100 juta.

Bambang mengatakan Padat Karya dilaksanakan dalam bentuk pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Seperti pembangunan jalan dalam bentuk rabat beton hingga talud sederhana.

"Proyeknya dikerjakan langsung oleh warga setempat, di mana nanti mereka mendapatkan upah," jelasnya.

Baca juga: Aturan Jam Belajar Paud Hingga SMA/SMK di Bantul Selama Ramadhan

Menurut Bambang, Padat Karya bertujuan sebagai perluasan kesempatan kerja bagi warga kurang mampu secara ekonomi. Selain itu untuk meningkatkan infrastruktur demi meningkatkan pergerakan ekonomi di lokasi sasaran.

Disnaker Kulon Progo pun telah melakukan survei ke lokasi yang akan dijadikan sasaran. 

Rencananya, pelaksanaan Padat Karya dimulai usai momen Idulfitri, diawali dengan sosialisasi ke warga sasaran, diikuti dengan pelaksanaan proyek yang rencananya berlangsung hingga Juni.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved