Menjemput Asa Lewat Open House, Pemkot Yogyakarta Respon Cepat Lansia di Bantaran Sungai Code

Wali Kota mengutus Staf Ahli Bidang Administrasi Umum, Wahyu Hendratmoko, bersama perwakilan dinas terkait, untuk sambang ke kediaman Suratmi

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Dok. Pemkot Yogyakarta
KUNJUNGAN - Jajaran Pemkot Yogyakarta saat menyambangi kediaman Suratmi dan suaminya, di bantaran Sungai Code, Kelurahan Terban, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di sebuah sudut sempit di bantaran Sungai Code, Kota Yogyakarta, tepatnya di pemukiman padat Kelurahan Terban, sebuah rumah sederhana berdiri menantang kerasnya zaman. 

Di sinilah, Suratmi (68), seorang lansia dengan tubuh yang sudah semakin renta, menghabiskan hari-harinya dalam balutan keteguhan.

Suratmi tampak duduk bersimpuh di atas tempat tidur beralaskan sprei motif kotak-kotak hijau, dengan wajah lelah, namun sarat ketabahan. 

Di sampingnya, sang suami, Subardi (76), duduk tertunduk dengan tubuh lemah, setalah stroke merenggut kemampuan geraknya sekitar tiga tahun terakhir.

"Kulo pun namung tinggal kalih cucu (Saya hanya tinggal bersama cucu)," ujar Suratmi.

Takdir seolah tak henti-hentinya menguji keteguhan Suratmi, setelah tiga buah hatinya secara beruntun lebih dahulu berpulang ke haribaan Tuhan. 

Anak pertamanya meninggal pada 2003 karena asma.

Lalu anak kedua menyusul pada 2015 akibat pecah pembuluh darah.

Dan dukanya kian sempurna kala anak bungsunya wafat di 2022.

​Kini, demi menyambung hidup, sekaligus membiayai cucunya, Suratmi tidak bersedia menyerah pada nasib yang digariskan untuknya. 

Meski kakinya semakin sering sakit, ia tetap membuat kue dan menjajakannya keliling kampung, dengan sebilah tongkat sebagai kawan setianya.

"Kulo ndamel kue, keliling, mbeto teken kalihan keliling (Saya membuat kue, saya kelilingkan dagangannya dengan menggunakan alat bantu jalan)," terangnya.

Baca juga: Aksi Perempuan Lawan Jambret di Jalan Menteri Supeno Yogyakarta, Kejar-kejaran hingga Tabrak Pelaku

Respon Pemkot Yogyakarta

Kabar mengenai ketangguhan sekaligus kesulitan hidup Suratmi akhirnya sampai ke telinga Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. 

Informasi itu bermula saat ia memberanikan diri mendatangi Open House yang digelar rutin setiap hari Rabu oleh Wali Kota Hasto Wardoyo, atas saran tetangganya.

Sebagai tindak lanjut, Wali Kota mengutus Staf Ahli Bidang Administrasi Umum, Wahyu Hendratmoko, bersama perwakilan dinas terkait, untuk sambang ke kediaman Suratmi, Jumat (6/2/2026) lalu.

Dinding ruangan yang sederhana berhias sebuah kaligrafi bertuliskan ayat suci, menjadi saksi bisu kunjungan penuh makna tersebut.

"Kami diutus langsung oleh Bapak Wali Kota untuk melihat kondisi Ibu Suratmi, lansia yang tinggal di tepi Kali Code bersama suaminya yang stroke dan satu cucunya," katanya.

Kunjungan itu bukan sekadar seremoni, di mana layanan kesehatan langsung diberikan di tempat, untuk memantau kondisi Suratmi dan suaminya.

Layanan tersebut diberikan melalui program home care rutin yang dilangsungkan Pemkot Yogyakarta melalui Puskesmas Gondokusuman II.

​"Ini bukan bantuan satu kali. Jadi, Puskesmas akan rutin melakukan kunjungan home care sesuai wilayah kerja bagi para lansia," terangnya.

Selain layanan kesehatan, bantuan sembako melalui program Food Bank Lumbung Mataraman dan modal usaha dari Baznas Kota Yogyakarta juga tengah diproses. 

Namun, setelah tersentuh perhatian, harapan terbesar Suratmi tertuju pada cucu perempuannya, Citra (18), yang kini tengah menempuh pendidikan Paket C.

​"Syukur-syukur cucu saya bisa kuliah. Paling tidak lulus SMA," harapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved