Dukung Program MBG, DIY Jadi Pilot Project Lumbung Mataraman Terintegrasi

DI Yogyakarta bersiap mengambil peran krusial sebagai salah satu motor penggerak ketahanan pangan nasional. 

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/IST
FOTO BERSAMA - Pembina Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, RM Wahyono Bimarso, saat menemui Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, beberapa waktu lalu. 

​"Kemudian optimalisasi lahan melalui transformasi lahan idle menjadi pusat pertanian dan peternakan produktif. Lumbung Mataraman juga menerapkan sistem terpadu," cetusnya.

"Jadi, bisa mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM lokal dalam satu siklus, serta ekonomi kerakyatan yang memberdayakan BUMDes dan warga desa untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal," urai Teddy.

Lumbung Mataraman inisiatif Sultan HB X

​Apresiasi tinggi turut datang dari Badan Gizi Nasional (BGN) atas inisiatif Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui program Lumbung Mataraman.

Program yang sejatinya telah dipersiapkan sejak dua tahun lalu tersebut, memanfaatkan lahan kas desa seluas 1 hingga 1,25 hektar untuk dikelola masyarakat kurang mampu.

​Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menilai model kemandirian pangan ini adalah solusi strategis untuk mencegah inflasi, serta menjaga stok pangan tetap stabil di tengah melonjaknya kebutuhan dapur gizi. 

Dengan menjadikan warga desa sebagai pemasok utama, ekonomi kerakyatan di DIY pun diharapkan dapat bergerak lebih inklusif. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved