IIYPF 2026 Hadirkan Dialog Visual Lintas 13 Negara di Yogyakarta

Festival fotografi internasional di ISI Yogyakarta ini menghadirkan ratusan karya fotografer muda dari 13 negara.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/dok. Istimewa
PAMERAN - Suasana Indonesia International Youth Photography Festival (IIYPF) 2026 di Galeri RJ Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fotografi tidak lagi sekadar medium dokumentasi, melainkan ruang percakapan yang mempertemukan beragam pengalaman manusia di tengah derasnya arus visual di era digital.

Di Yogyakarta, ruang dialog itu hadir melalui Indonesia International Youth Photography Festival (IIYPF) 2026 yang digelar pada 5 sampai 14 Februari 2026 di Galeri RJ Katamsi, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Festival fotografi internasional ini menghadirkan ratusan karya fotografer muda dari 13 negara.

Ajang ini digagas oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Fotografi ISI Yogyakarta dan berkolaborasi dengan Universitas Kristen Duta Wacana serta Universitas Gadjah Mada.

Ruang Edukasi dan Diplomasi Budaya

Sejak awal, IIYPF diposisikan bukan hanya sebagai pameran, tetapi juga sebagai ruang edukasi, pembelajaran, sekaligus diplomasi budaya melalui medium fotografi.

Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., menilai penyelenggaraan IIYPF 2026 sejalan dengan komitmen kampus dalam mengembangkan pendidikan seni berbasis riset, kreativitas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Festival ini disebutnya sebagai ruang belajar yang mempertemukan praktik artistik, diskursus akademik, dan dialog sosial.

“Melalui IIYPF, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan karya, tetapi juga terlibat aktif dalam proses kuratorial, manajemen pameran, dan produksi pengetahuan visual yang kritis dan kontekstual,” ujarnya.

Baca juga: Pameran Seni Rupa Describing Personality di Borobudur, Proyek Perdana Echo Project

Dari sisi fakultas, Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, Dr. Edial Rusli, S.E., M.Sn., menyebut IIYPF sebagai manifestasi pendidikan seni media rekam yang mengintegrasikan praktik kreatif, pengelolaan acara, dan penguatan jejaring internasional.

Ia menilai karya yang dipamerkan merekam denyut zaman serta realitas sosial yang dihadapi generasi muda.

“Pameran ini sekaligus menjadi arsip visual yang mencatat respons generasi muda terhadap dunia yang terus berubah,” katanya.

Dukungan juga datang dari Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia sebagai mitra strategis.

Presiden FPSI, Agatha Anne Bunanta, MBA, menyatakan IIYPF menandai peran penting generasi muda dalam perkembangan fotografi nasional.

Festival ini dinilai sebagai platform internasional yang membuka peluang bagi fotografer muda Indonesia untuk berinteraksi, berkompetisi, dan berkolaborasi dengan komunitas global.

FPSI juga mencatat bahwa ratusan karya yang ditampilkan telah melalui proses seleksi dan kurasi ketat dengan melibatkan juri serta kurator dari berbagai latar belakang.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved