Pemkab Kulon Progo Pertemukan Ulama dan Umara Secara Perdana, Sinergikan 2 Pilar Penting Masyarakat
Acara pengajian berlangsung di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, menghadirkan para tokoh dari sejumlah organisasi keagamaan.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menginisiasi Pengajian Rutin Ulama dan Umara secara perdana pada Selasa (03/02/2026).
Acara pengajian berlangsung di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, menghadirkan para tokoh dari sejumlah organisasi keagamaan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kulon Progo, KH Jumarin, mengatakan pengajian tersebut jadi forum pertemuan bagi organisasi keagamaan Islam di Kulon Progo.
"Pengajian ini adalah tempat menyatunya Ulama dan Umara di Kulon Progo secara perdana," katanya memberikan keterangan pada Rabu (04/02/2026).
Jumarin mengatakan pengajian itu jadi simbol sinergi dua pilar penting masyarakat, termasuk dengan pemerintah.
Sinergi itu diyakini akan menjadi kekuatan luar biasa untuk membangun Kulon Progo.
Ia turut mengapresiasi organisasi keagamaan di Kulon Progo yang bisa menampilkan simbol kebersamaan.
Menurutnya, kebersamaan itu jadi harmoni indah sekaligus penanda kerukunan umat yang nyata.
"Kami turut menyerukan agar seluruh elemen masyarakat menciptakan suasana damai dan rukun menjelang Ramadan tahun ini," ujar Jumarin.
Setidaknya ada tokoh dari 3 organisasi keagamaan yang dihadirkan dalam pertemuan itu.
Antara lain, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Baca juga: Capaian IKD di Kulon Progo Baru 6 Persen, Minimnya Kepemilikan Ponsel Pintar Jadi Penyebab Dominan
Punya Peran Penting
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan organisasi keagamaan juga memiliki peran penting dalam pembangunan.
Sebab sisi humanis dari pembangunan juga harus jadi perhatian pemerintah daerah.
"Pembangunan infrastruktur fisik saja tidak cukup, Kulon Progo membutuhkan penguatan fondasi spiritual, terutama bagi generasi muda," jelas Agung.
Salah satu kekhawatirannya adalah fenomena degradasi moral dan kenakalan remaja yang kian marak.
Ia menilai fenomena itu terjadi akibat penurunan pemahaman spiritual dan paparan media sosial yang keras.
Itu sebabnya, Agung berharap organisasi keagamaan turut berperan dalam pembinaan ke masyarakat.
Terutama pada generasi muda, yang perlu dibentuk jadi lebih baik dan lebih maju secara spiritual.
"Umara membutuhkan landasan nilai spiritual yang ditanamkan oleh Ulama untuk menciptakan tata kehidupan yang gemah ripah loh jinawi," katanya. (*)
| Dari Algoritma ke Akhlak: MUI Eks Kedu Dorong Kolaborasi Ulama–Umaro Hadapi 'Kesepian Digital' |
|
|---|
| Pengurus Forum Komunikasi UMKM Kulon Progo Dikukuhkan, Optimalkan Potensi Usaha Lokal |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Tunggu Pemda DIY Soal Penerapan WFH ASN Sembari Lakukan Kajian |
|
|---|
| Kolaborasi Pemerintah dan TNI, 34 Jembatan Garuda Akan Dibangun di Kulon Progo |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Pilih Langkah Rehab Ketimbang Bangun Sarpras Baru untuk PORDA DIY XVIII 2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pertemuan-Ulama-di-Kulon-Progo.jpg)