Kolaborasi Pemerintah dan TNI, 34 Jembatan Garuda Akan Dibangun di Kulon Progo
Tujuan pembangunan Jembatan Garuda ini untuk meningkatkan konektivitas wilayah, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat bisa hidup.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah pusat dan Tentara Republik Indonesia (TNI) berkolaborasi dalam program pembangunan Jembatan Garuda.
Kulon Progo menjadi salah satu daerah sasaran program tersebut.
Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Infanteri Dyan Niti Sukma menjelaskan akan ada sebanyak 34 Jembatan Garuda yang akan dibangun di Kulon Progo.
"Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap selama setahun ke depan," kata Dyan pada Rabu (08/04/2026).
Ia menjelaskan bahwa Program Jembatan Garuda merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto.
Tujuannya untuk meningkatkan konektivitas wilayah sehingga aktivitas ekonomi masyarakat bisa hidup.
Menurut Dyan, setiap jembatan akan menelan anggaran antara Rp100 juta hingga Rp400 juta.
Besaran anggaran tergantung dari jenis dan ukuran jembatan yang dibangun.
"Anggaran pembangunan sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat," ujarnya.
Dyan mengatakan pihaknya sudah melakukan survei untuk lokasi mana saja yang membutuhkan Jembatan Garuda.
Baca juga: Polres Bantul Ringkus Pengoplos Elpiji di Jetis, Sudah Beraksi Sejak Januari 2026
Koordinasi dengan Pemkab dan Masyarakat
Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, perangkat setempat, hingga masyarakat.
Salah satu wilayah sasarannya adalah Kalurahan Jatisarono di Kapanewon Sentolo.
Strukturnya berupa jembatan gantung dengan pondasi cakar ayam, dengan bentangan 25 meter dan lebar 1,25 meter sehingga bisa digunakan untuk sepeda motor.
"Kami akan mengawal pembangunan 34 Jembatan Garuda di Kulon Progo selama setahun ke depan," jelas Dyan.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda rata-rata berlangsung antara 1 hingga 3 bulan.
| Pemkab Kulon Progo Pilih Langkah Rehab Ketimbang Bangun Sarpras Baru untuk PORDA DIY XVIII 2027 |
|
|---|
| Branjangan Srikayangan Diluncurkan Jadi Maskot PORDA DIY 2027 di Kulon Progo dengan nama Si Bravo |
|
|---|
| Ikuti Instruksi Pemerintah Pusat, Pemkab Kulon Progo Harus Alokasikan PPPK untuk Mendampingi KDMP |
|
|---|
| Siasat Industri Pariwisata DIY Hadapi Ketidakpastian Global, Diversifikasi Pasar hingga Kolaborasi |
|
|---|
| Aturan Belanja Pegawai 30 Persen Mengancam, Pemkab Kulon Progo Janji Tak Ada PHK Massal PPPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260804-Pembangunan-Jembatan-Garuda-di-Kulon-Progo.jpg)