Tiga Unit EWS Bencana di Sleman Rusak, Satu Dilaporkan Hilang
Kerusakan EWS ini diketahui berdasarkan pendataan dan pemantauan sarana prasarana (Sarpras) kebencanaan yang rutin dilakukan BPBD Sleman.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Dari total puluhan alat Early Warning System (EWS) yang terpasang di Sleman, 5 unit EWS dilaporkan sempat rusak dan satu unit hilang.
- Kerusakan EWS diketahui berdasarkan pendataan dan pemantauan sarana prasarana kebencanaan yang rutin dilakukan BPBD Sleman.
- Sistem deteksi dini ini penting terutama di tengah puncak musim penghujan, yang meningkatkan risiko ancaman bencana hidrometeorologi.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) bencana di Kabupaten Sleman menghadapi tantangan di tengah ancaman cuaca ekstrem di puncak musim penghujan.
Dari total puluhan alat yang terpasang, 5 unit EWS dilaporkan sempat rusak dan satu unit hilang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman telah bergerak cepat mengupayakan perbaikan untuk menjamin keamanan warga lereng Merapi dan area pemukiman rawan longsor.
"Ada lima, tapi dua EWS (yang rusak) sudah clear, diperbaiki. Sisanya kami targetkan bulan ini. InsyaAllah Februari aman (diperbaiki semua)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sleman, Uun Mardiyanto, Senin (2/1/2026).
Kerusakan EWS ini diketahui berdasarkan pendataan dan pemantauan sarana prasarana (Sarpras) kebencanaan yang rutin dilakukan BPBD Sleman.
Berdasarkan pendataan alat yang tersebar di semua wilayah rawan, terdapat lima sistem deteksi dini yang sempat rusak.
Antara lain EWS di Balong yang berfungsi mendeteksi banjir lahar di aliran Sungai Boyong; EWS Sungai Krasak dan EWS di Kopeng yang memantau deteksi dini pergerakan awan panas.
Sedangkan dua lainnya adalah EWS di Prambanan tepatnya di Gunung Cilik dan Gayam yang berfungi memantau bencana tanah bergerak atau sistem deteksi dini ancaman longsor.
Kemudian 1 EWS hilang ada di Watukangsi, yang memantau potensi bencana tanah longsor.
"EWS yang hilang ini di masa lalu. Saya kurang begitu paham. Sudah lama. Tapi setau saya sudah ada laporan Kepolisian," kata dia.
Saat ini, dua dari lima EWS yang rusak sudah diperbaiki.
Menurut Uun, dua alat yang selesai diperbaiki oleh teknisi adalah alat yang terpasang di Prambanan.
Sementara EWS rusak yang berada di seputar lereng Merapi, pihaknya mengagendakan perbaikan di bulan Februari ini.
Baca juga: Delapan Remaja di Sleman Diamankan Polisi, Diduga Hendak Tawuran
Potensi Ancaman Bencana
Terkait potensi ancaman bencana selama EWS belum diperbaiki, Uun memastikan masih relatif aman.
| PSS Sleman Incar Kemenangan di Laga Terakhir, Ini Skenario Lolos Promosi Otomatis |
|
|---|
| Kas Hartadi: PSIS Semarang Tetap Fight, Tak Ada Kata Main-main Lawan PSS Sleman |
|
|---|
| Breaking News: Remaja Asal Sleman Hanyut Terbawa Arus Sungai Progo |
|
|---|
| Warga Penen Pakem Demo Keberadaan Tower BTS, Ini Tuntutan dan Alasannya |
|
|---|
| Strategi Ansyari Lubis di Laga Pamungkas PSS Sleman vs PSIS Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tumbang-timpa-mobil-di-sleman.jpg)