Wamenkes Kunjungi Kulon Progo, Dorong Percepatan Pemberantasan Tuberkulosis
Benjamin mengatakan kunjungannya itu berkaitan dengan program percepatan pemberantasan penyakit Tuberkulosis (TBC).
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus di Kulon Progo dorong percepatan pemberantasan penyakit Tuberkulosis (TBC).
- Strategi utama dengan pemeriksaan kesehatan gratis secara masif, door to door ke rumah pasien.
- Data Dinkes Kulon Progo menyebut ada 429 kasus TBC hingga akhir 2025. terbanyak di Sentolo dan Wates.
- Dinkes Kulon Progo akan mengintensifkan Investigasi Kontak untuk mendeteksi dini penyakit TBC
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia (RI), dr. Benjamin Paulus Octavianus melakukan kunjungan kerja ke Kulon Progo, Kamis (29/01/2026). Kunjungan dilakukan ke Kalurahan Sentolo dan Kapanewon Sukoreno di Kapanewon Sentolo.
Benjamin mengatakan kunjungannya itu berkaitan dengan program percepatan pemberantasan penyakit Tuberkulosis (TBC). Upaya itu jadi program unggulan pemerintah saat ini.
"Apalagi Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar sebagai negara dengan beban penyakit TBC tertinggi kedua di dunia," katanya memberikan keterangan pada wartawan.
Menurut Benjamin, penyakit TBC yang bersumber dari bakteri tersebut datangnya pelan, begitu juga proses sembuhnya. Itu sebabnya, pemerintah daerah didorong untuk aktif melakukan deteksi dini demi menekan penyebaran kasus baru TBC.
Pemeriksaan gratis
Strategi utama ke depan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis secara masif. Petugas kesehatan akan mendatangi langsung rumah pasien TBC untuk melakukan skrining ke seluruh anggota keluarga.
"Pemeriksaan tak hanya TBC, tapi juga pada tekanan darah, gula darah, rontgen dada untuk deteksi dini kelainan paru dan jantung, hingga pemberian obat pencegahan bagi keluarga yang sehat dan pengobatan tuntas bagi yang sakit," jelas Benjamin.
Ia menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo dalam pemberantasan TBC. Targetnya, angka TBC di Kulon Progo bisa ditekan hingga eliminasi di 2027.
429 kasus TBC
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Susilaningsih menyampaikan ada 429 kasus TBC yang ditemukan hingga akhir 2025. Kasus terbanyak berada di Kapanewon Sentolo dan Wates.
"Adapun capaian penemuan kasus baru TBC baru 44 persen dari target yang ditentukan hingga akhir tahun 2025," katanya.
Susilaningsih mengatakan upaya penelusuran kasus masih terkendala oleh stigma penderita TBC. Sebab masyarakat masih menganggap TBC sebagai aib, padahal penyakit tersebut bisa ditangani bahkan disembuhkan secara total.
Investigasi kontak
Namun diperlukan deteksi dini sehingga penanganan bisa lebih optimal. Itu sebabnya, Dinkes Kulon Progo akan mengintensifkan Investigasi Kontak dengan melibatkan perguruan tinggi.
"Strategi ke depan juga akan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis dengan skema jemput bola langsung ke rumah warga," jelas Susilaningsih.
Strategi ini bertujuan untuk mengatasi kendala waktu bagi warga yang bekerja. Termasuk memotivasi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mandiri ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.(alx)
| Lima Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan Sebagai Desa Binaan Imigrasi, Cegah TPPO dan TPPM |
|
|---|
| Tanah Milik Warga Lendah Kulon Progo Diklaim Anak Pemilik Lama, Kini Diminta Kosongkan Lahan |
|
|---|
| DPRD Kulon Progo Berikan 46 Poin Rekomendasi Sebagai Respon Atas LKPJ Bupati 2025 |
|
|---|
| Dana Transfer Turun, Kulon Progo dan Gunungkidul Kelimpungan Susun RAPBD |
|
|---|
| Dinkes Kulon Progo Temukan 8 Kasus Positif Campak di Awal 2026, Mayoritas Menyerang Usia Dewasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wamenkes-Kunjungi-Kulon-Progo-Dorong-Percepatan-Pemberantasan-Tuberkulosis-TBC.jpg)