Human Interest Story

Kisah Kun Hariana, dari Herbal Banting Stir Hadirkan Harum Kopi Nusantara di Sudut Pasar Beringharjo

Proses roasting dilakukan secara mandiri di kediamannya di Bantul sebelum dipajang di kiosnya, di lantai dasar Pasar Beringharjo sisi timur.

|
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni

Dengan harga yang cukup terjangkau, antara Rp20 ribu-Rp75 ribu per 100 gram, tergantung grade dan proses, layak jika Kios Hasanah mengundang peminat.

​"Rata-rata tahunya dari media sosial. Karena kadang ada pengunjung yang datang, terus memotret, lalu diviralkan. Itu sangat membantu," ungkapnya.

Bisa Seduh di Tempat

​Dikisahkan, beberapa pelanggan setia pun kerap memintanya menyeduhkan di tempat, untuk sejenak menikmati sajian kopi di tengah keramaian pasar rakyat.

Sebuah potensi yang ia sadari betul, namun belum dapat direalisasikan secara penuh, lantaran faktor kios yang ukurannya sangat terbatas.

"Biasanya yang rikues itu pelanggan-pelanggan lama, minta diseduhkan, atau buat tester gitu. Tentu saja tetap kami layani, dengan senang hati," ungkapnya. 

Ya, bagi sebagian pecinta kopi yang singgah di Kios Hasanah, mereka tidak sebatas membeli sebuah komoditas untuk diboyongnya ke rumah.

Namun juga membawa pulang cerita tentang ketekunan seorang pria yang berhasil menyulap sudut pasar menjadi galeri aroma kopi nusantara. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved