Banjir Besar di Aceh, Sumbar dan Sumut Menekan Kunjungan Wisata ke DIY pada Awal 2026
Terhentinya arus wisata dari wilayah Sumatera langsung berdampak pada kinerja sektor pariwisata di Yogyakarta.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
“Januari itu memang low sampai Februari low. Terlebih Februari karena menjelang puasa sampai Maret. Tapi tingkat huniannya masih lumayan. Daerah PHRI lain justru sudah mengeluh sejak Januari, terutama luar Jawa, bahkan Jawa Timur juga,” ungkap Deddy.
Di tengah kondisi low season, sejumlah momentum libur panjang akhir pekan masih mampu mendongkrak tingkat hunian hotel di DIY.
Salah satunya terjadi pada libur Isra’ Mi’raj beberapa waktu lalu.
“Pada libur Isra’ Mi’raj kemarin, okupansi hotel cukup tinggi, bisa mencapai 70 sampai 90 persen,” kata Deddy.
Momentum low season tersebut juga dimanfaatkan pelaku industri perhotelan di DIY untuk melakukan pembenahan internal, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, perbaikan fasilitas, hingga penguatan sumber daya manusia.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing Yogyakarta sebagai destinasi wisata.
“Kita harus introspeksi kalau tidak mau tenggelam. Sekarang semua destinasi berlomba-lomba memperbaiki diri, jadi kita juga harus berbenah supaya tetap kompetitif,” ujarnya. (*)
| PHRI DIY Targetkan Okupansi 85 Persen pada Triwulan II 2026 |
|
|---|
| PHRI DIY Dorong Pemerintah Daerah Gelar Event Berskala Nasional untuk Dongkrak Okupansi Hotel |
|
|---|
| Kunjungan Wisatawan di Kulon Progo Selama Libur Lebaran 2026 Tembus Target 100 Ribu Orang |
|
|---|
| Mobilitas di Kawasan Malioboro Saat Long Weekend Paskah 2026 Capai Ratusan Ribu Pengunjung |
|
|---|
| 286.558 Wisatawan Padati Malioboro Selama Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ketua-PHRI-DIY-Deddy-Pranowo-Eryono-2712026.jpg)