PHRI DIY Targetkan Okupansi 85 Persen pada Triwulan II 2026
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan rata-rata okupansi hotel pada triwulan I 2026 ini hanya 50 hingga 60 persen.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY tak berani mematok target okupansi tinggi pada triwulan II 2026.
Penurunan daya beli masyarakat hingga gejolak geopolitik global menjadi alasan.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan rata-rata okupansi hotel pada triwulan I 2026 ini hanya 50 hingga 60 persen.
Angka ini masih di bawah target PHRI DIY yang menargetkan okupansi rata-rata sebesar 70-75 persen.
"Kalau target triwulan II masih di 85 persen. Kita nggak berani muluk-muluk karena daya beli masyarakat sekarang kayak gini, geopolik juga masih begini," katanya, Minggu (3/5/2026).
Ia menerangkan memasuki triwulan II 2026 mulai ada geliat peningkatan reservasi hotel meski belum signifikan.
Baca juga: PHRI DIY Dorong Pemerintah Daerah Gelar Event Berskala Nasional untuk Dongkrak Okupansi Hotel
Memasuki bulan Mei 2026 akan beberapa libur panjang akhir pekan yang dapat diandalkan untuk mendongkrak okupansi hotel.
Selain itu juga didukung dengan musim liburan sekolah.
Pada Juni 2026 pun mulai ada pergerakan reservasi. Selain karena musim liburan, ada beberapa event yang digelar di DIY.
"Sudah mulai kelihatan baik di bulan Mei, karena musim liburan dan juga banyak event di Jogja. Juni juga mulai kelihatan hilalnya. Tetapi ya belum signifikan," terangnya.
Deddy menyebut gejolak geopolitik global turut memengaruhi okupansi hotel di DIY, khususnya wisatawan asal Eropa.
Akibat konflik bersenjata tersebut, ada penurunan sekitar 15 persen dari wisatawan Eropa.
Kendati demikian, okupansi hotel masih dapat tertolong karena wisatawan dari Tingkok, Taiwan, dan India.
"Kalau wisman Eropa memang menurun ya, tidak hanya dirasakan di Jogja, tetapi Bali dan Jakarta juga. Karena kan masuknya melalui Bali dan Jakarta, Jogja tidak punya penerbangan langsung dari Eropa. Untuk asing kita masih tertolong Taiwan, China (Tiongkok) itu signifikan, kalau India tidak signifikan," ujarnya. (*)
| PHRI DIY Dorong Pemerintah Daerah Gelar Event Berskala Nasional untuk Dongkrak Okupansi Hotel |
|
|---|
| Persib Bandung vs PSIM Yogyakarta: Maung Bandung Incar Kemenangan demi Jauhi Kejaran Borneo FC |
|
|---|
| Lahan Parkir di TKP Senopati Yogyakarta Kini Disulap Jadi Sentra Kuliner Malam |
|
|---|
| Jogja 10K 2026 Kerek Okupansi Hotel Dekati 100 Persen, Buktikan Daya Tarik 'Sport Tourism' Inklusif |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Minggu 3 Mei 2026 Pagi Ini: BPPTKG Catat 34 Kali Gempa Guguran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ketua-PHRI-DIY-Deddy-Pranowo-Eryono-bicara-soal-okupansi-hotel-di-Ramadan-2026.jpg)