Amalan
6 Hal Menyimpang yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Ziarah Kubur
Melalui ziarah kubur, seorang muslim diingatkan akan kematian, kehidupan akhirat, serta didorong untuk mendoakan saudara seimannya yang telah wafat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ketika seseorang berdoa, ia sedang menunjukkan ketundukan, pengharapan, dan ketergantungan total kepada yang dimintai.
Jika doa tersebut dialihkan kepada orang mati, berarti ia telah memalingkan ibadah kepada selain Allah.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.”
(QS. Ghafir: 60)
5. Meyakini Kuburan Dapat Memberi Berkah dengan Sendirinya
Dalam praktik sebagian masyarakat, terdapat keyakinan bahwa kuburan tertentu memiliki kekuatan intrinsik.
Misalnya, dianggap mampu mendatangkan keberuntungan dalam usaha, dapt menyembuhkan penyakit, dapat menolak bala, dan dapat membuka rezeki atau kelapangan hidup.
Seiring berjalannya waktu, keyakinan tersebut dapat muncuk dikareakan manusia cenderung menghubungkan pengalaman baik atau kesuksesan dengan keberadan kuburan orang saleh atau wali.
6. Menjadikan Penghuni Kubur sebagai Perantara Wajib
Dalam praktik sebagian orang, terdapat keyakinan bahwa doa tidak akan sampai kepada Allah kecuali melalui wali atau penghuni kubur tertentu.
Ada sebagian yang percaya bahwa doanya akan terkabul jika menyebut naman wali tertentu dalam berdoa, meyakini bahwa berdoa di makam tertentu lebih mustajab daripada tempat lain, dan meyakini bahwa doa harus disampaikan melalui perantara manusia atau orang mati agar diterima oleh Allah.
اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُۗ وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰىۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ەۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ
"Ketahuilah, hanya untuk Allah agama yang bersih (dari syirik). Orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata,) “Kami tidak menyembah mereka, kecuali (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta lagi sangat ingkar"
(QS Az-Zumar : 3)
Keyakinan semacam itu menyalahi prinsip dasar tauhid, karena Allah tidak membutuhkan perantara untuk menerima doa hamba-Nya. Allah Maha Dekat dengan setiap hamba dan langsung mengabulkan doa tanpa perantara.
Baca juga: Tata Cara dan Bacaan Doa Ziarah Kubur, Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal
(MG Dara Anggun Feroynica Dzulhy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kuburan-511.jpg)