Amalan
6 Hal Menyimpang yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Ziarah Kubur
Melalui ziarah kubur, seorang muslim diingatkan akan kematian, kehidupan akhirat, serta didorong untuk mendoakan saudara seimannya yang telah wafat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Ziarah kubur dalam ajaran Islam pada dasarnya diperbolehkan, bahkan dianjurkan, karena mengandung banyak pelajaran keimanan.
Melalui ziarah kubur, seorang muslim diingatkan akan kematian, kehidupan akhirat, serta didorong untuk mendoakan saudara seimannya yang telah wafat.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS Al-Imran : 185)
Meskipun demikian, ziarah kubur sering kali dianggap sebagai perbuatan haram.
Anggapan ini muncul bukan karena ziarah kubur itu sendiri bertentangan dengan syariat, melainkan karena dalam praktiknya kerap disertai perbuatan dan keyakinan yang menyimpang, seperti meminta kepada orang yang telah meninggal, mengkultuskan kuburan, atau meyakini adanya kekuatan gaib selain Allah.
Selain itu, larangan ziarah kubur pada masa awal Islam yang bersifat sementara juga sering dipahami secara keliru sebagai larangan mutlak.
Perlu pemahaman yang benar dan proporsional bahwa Islam tidak mengharamkan ziarah kubur, melainkan melarang segala bentuk kesyirikan dan pelanggaran aqidah yang dapat terjadi dalam pelaksanaannya.
Dengan mengikuti tuntunan syariat, ziarah kubur justru menjadi sarana ibadah dan pengingat akan hakikat kehidupan.
Berikut penjelasan mengapa ziarah kubur dapat dikatakan haram
1. Praktik yang Menyimpang Di Masyarakat
Penyimpangan dalam praktik ziarah kubur sering terjadi ketika tujuan ziarah bergeser dari ibadah kepada Allah menjadi bentuk ketergantungan kepada selain-Nya.
Salah satu penyimpangan yang paling umum adalah meminta langsung kepada penghuni kubur, seperti memohon rezeki, kelancaran usaha, jodoh, atau keselamatan.
Permohonan semacam ini menunjukkan keyakinan bahwa orang yang telah meninggal memiliki kemampuan untuk mengabulkan doa, padahal dalam ajaran Islam, doa merupakan ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kuburan-511.jpg)