Tim GKM Kulon Progo Manfaatkan Metode Tsaqifa Guna Tingkatkan Kemampuan Baca Alquran
Tim Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM) terus berupaya meningkatkan kemampuan membaca Alquran di kalangan pelajar beragama Islam.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Tim Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM) terus berupaya meningkatkan kemampuan membaca Alquran di kalangan pelajar beragama Islam.
- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo turut dilibatkan dalam gerakan ini.
- Pengawas Kankemenag Kulon Progo, Tukidi mengatakan salah satu sasaran dari program GKM adalah para pelajar dari Kapanewon Temon.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Tim Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM) terus berupaya meningkatkan kemampuan membaca Alquran di kalangan pelajar beragama Islam.
Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo turut dilibatkan dalam gerakan ini.
Pengawas Kankemenag Kulon Progo, Tukidi mengatakan salah satu sasaran dari program GKM adalah para pelajar dari Kapanewon Temon.
"Kegiatannya kami lakukan sejak 19 Januari hingga Jumat (23/01/2026) kemarin di SDN 3 Glagah, Kapanewon Temon," katanya pada Minggu (25/01/2026).
Kegiatannya berupa Lesson Study Penerapan Metode Tsaqifa. Metode ini merupakan cara pembelajaran yang praktis dan cepat, di mana usia dewasa pun bisa ikut di dalamnya.
Itu sebabnya seluruh guru hingga kepala sekolah turut dilibatkan bersama pelajar dalam kegiatan pendampingan tersebut. Harapannya kegiatan membaca Alquran bisa menjadi kebiasaan sehari-hari.
"Semoga kegiatan ini juga bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi semua yang terlibat di dalamnya," ujar Tukidi.
Mokhamad Sohin dari Tim GKM Kulon Progo menyampaikan GKM tak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia.
Menurutnya, kunci keberhasilan dari gerakan tersebut adalah konsistensi. Gerakan membaca dan belajar Alquran perlu dilakukan setiap hari hingga menjadi kebiasaan.
"Lewat kesadaran kolektif, maka masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam bisa tercipta," kata Sohin.
Basyorudin, salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Temon mengaku sangat terbantu dengan kegiatan dari GKM tersebut. Ia menilai mengaji juga bagian dari pembelajaran dan pendidikan.
Program GKM pun dianggap mampu menjadi benteng moral bagi pelajar. Sebab saat ini mereka dihadapkan dengan terbuka dan mudahnya akses informasi berkat kemajuan teknologi.
"Kemampuan mengaji bisa menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual," jelas Basyorudin.
| DPRD Kulon Progo Berikan 46 Poin Rekomendasi Sebagai Respon Atas LKPJ Bupati 2025 |
|
|---|
| Dana Transfer Turun, Kulon Progo dan Gunungkidul Kelimpungan Susun RAPBD |
|
|---|
| Dinkes Kulon Progo Temukan 8 Kasus Positif Campak di Awal 2026, Mayoritas Menyerang Usia Dewasa |
|
|---|
| Dari Bungkus Tempe ke Baitullah, Tabungan 30 Tahun yang Diperkuat Nilai Manfaat |
|
|---|
| Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji Tepat Waktu, Kankemenhaj DIY Akan Pangkas Durasi Sesi Seremonial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kegiatan-bimbingan-mengaji-di-SDN-3-Glagah-Kapanewon-Temon-Kulon-Progo-Jumat.jpg)