Dorong Perekonomian Daerah, BI DIY Kurasi 66 UMKM
Sebanyak 66 UMKM tersebut terdiri dari 35 UMKM kategori fesyen dan 31 UMKM kategori kuliner.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY melakukan peningkatan kapasitas dan perluasan pasar kepada 66 UMKM di DIY.
Sebanyak 66 UMKM tersebut terdiri dari 35 UMKM kategori fesyen dan 31 UMKM kategori kuliner.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
Secara nasional jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.574 triliun,, dan menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen atau 117 juta orang.
"Sebagai upaya optimalisasi kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah melalui perluasan akses pasar, KPwBI DIY telah melaksanakan Kurasi UMKM se-DIY," katanya.
Baca juga: KAI Bandara Raih Empat Penghargaan di Indonesia Green Awards 2026
Ia menerangkan kurasi UMKM menjadi program penting untuk meningkatkan kompetensi dalam mengurasi UMKM potensial dan melakukan pendampingan UMKM di DIY.
"Kurasi UMKM ini merupakan agenda tahunan KPwBI DIY sebagai landasan pemetaan program pengembangan UMKM berupa bimbingan teknis, business matching, serta pameran atau promosi perdagangan selama satu tahun ke depan," terangnya.
Peserta kurasi UMKM secara otomatis mengantongi tiket untuk berpartisipasi dalam beberapa agenda rutin KPwBI DIY, yaitu antaranya Onboarding UMKM, Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA), Grebeg UMKM, Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA), Jogja Coffee Week, Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa, Karya Kreatif Indonesia (KKI), Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), Indonesia International Furniture Expo (IFEX).
Melalui kolaborasi lintas lembaga, diharapkan UMKM di DIY lebih siap berpartisipasi dalam berbagai event dan program Bank Indonesia.
"Melalui peningkatan kualitas produk serta pemahaman tentang perkembangan pasar, diharapkan UMKM DIY mampu memenuhi kebutuhan dan selera konsumen yang semakin beragam, yang pada akhirnya memberikan sumbangsih bagi peningkatan perekonomian di DIY," pungkasnya. (*)
| Kejar Target Oktober 2026, UMKM Kulon Progo Didorong Segera Miliki Sertifikat Halal |
|
|---|
| Syawalan di Tengah Efisiensi, Pelaku UMKM di Kulon Progo Jadi Solusi |
|
|---|
| Pengurus Forum Komunikasi UMKM Kulon Progo Dikukuhkan, Optimalkan Potensi Usaha Lokal |
|
|---|
| Lega Sampai Akhir Tahun, Masyarakat dan Pengusaha Sempat Waswas Harga BBM Naik |
|
|---|
| Pedagang Jajanan di Jogja Sambat Harga Plastik Meroket, Untung Makin Tipis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BI-DIY-kurasi-UMKM-di-Jogja.jpg)