Mulai Diperbaiki, Akses Jembatan Linggan di Galur Kulon Progo Ditutup Sementara
Jembatan Linggan menjadi akses bagi warga hingga wisatawan yang hendak ke Pantai Trisik. Kerusakannya sudah berlangsung sejak 2024 silam
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Jembatan Linggan di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo yang rusak sejak 2024 mulai diperbaiki dan direvitalisasi.
- Lalu lintas di atas jembatan pun kini ditutup selama perbaikan berlangsung.
- Jalur ke Pantai Trisik tidak terganggu karena tetap tersedia akses dengan memanfaatkan 3 jalur alternatif.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Jembatan Linggan di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo mulai diperbaiki dan direvitalisasi. Lalu lintas di atas jembatan pun kini ditutup selama perbaikan berlangsung.
Lurah Banaran, Haryanta mengatakan penutupan akses Jembatan Linggan mulai dilakukan sejak Kamis (15/01/2026) lalu.
"Jembatan ditutup untuk dibongkar lalu dibangun jembatan yang baru," katanya pada wartawan, Senin (19/01/2026).
Rusak sejak 2024
Jembatan Linggan menjadi akses bagi warga hingga wisatawan yang hendak ke Pantai Trisik. Kerusakannya sudah berlangsung sejak 2024 silam, di mana struktur jembatan patah akibat pilar tengahnya ambruk.
Sejak itu, jembatan darurat pun dibangun sementara di atas struktur jembatan yang lama. Jembatan darurat tersebut dibuat dari bahan kayu dan bisa dilewati kendaraan roda empat.
"Meski begitu jembatan darurat tersebut tidak sepenuhnya aman untuk digunakan sehingga pembangunan jembatan baru tetap diperlukan," ujar Haryanta.
Tiga jalur ke Pantai Trisik
Ia pun memastikan akses menuju Pantai Trisik tetap tersedia dengan memanfaatkan 3 jalur alternatif. Pertama melalui Ngebisan dari arah Jembatan Kabanaran, kedua melewati eks Pabrik Pasir Besi Pantai Trisik, dan ketiga lewat Pantai Bugel ke timur.
Haryanta mengatakan petunjuk arah telah disediakan di semua jalur alternatif tersebut. Ia menyarankan warga hingga wisatawan untuk memanfaatkan jalur alternatif tersebut.
"Jalan alternatif ini bisa dimanfaatkan hingga Jembatan Linggan selesai direvitalisasi dan bisa kembali dilewati," jelasnya.
Anggaran APBN
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Septi Adi Jati Prabowo menjelaskan revitalisasi Jembatan Linggan mengandalkan APBN sebagai sumber biaya. Dukungan itu didapatkan setelah diusulkan ke pemerintah pusat.
Biaya yang diberikan dari APBN untuk revitalisasi Jembatan Linggan nilainya sekitar Rp 15 miliar. Revitalisasi direncanakan berlangsung selama 240 hari ke depan.
"Biaya tersebut bersumber dari APBN lewat program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah," ujar Adi beberapa waktu lalu.(alx)
| Lima Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan Sebagai Desa Binaan Imigrasi, Cegah TPPO dan TPPM |
|
|---|
| Tanah Milik Warga Lendah Kulon Progo Diklaim Anak Pemilik Lama, Kini Diminta Kosongkan Lahan |
|
|---|
| DPRD Kulon Progo Berikan 46 Poin Rekomendasi Sebagai Respon Atas LKPJ Bupati 2025 |
|
|---|
| Dana Transfer Turun, Kulon Progo dan Gunungkidul Kelimpungan Susun RAPBD |
|
|---|
| Dinkes Kulon Progo Temukan 8 Kasus Positif Campak di Awal 2026, Mayoritas Menyerang Usia Dewasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mulai-Diperbaiki-Akses-Jembatan-Linggan-di-Galur-Kulon-Progo-Ditutup-Sementara.jpg)