Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas Hanyut di Selokan Mataram, Begini Kronologinya

Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun, berinisial MIFR, warga Sinduadi, Mlati meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja
BOCAH 5 TAHUN HANYUT - Petugas polisi melakukan penanganan di lokasi kejadian bocah 5 tahun ditemukan meninggal hanyut di Selokan Mataram di Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (19/1/2026) dini hari.  

Ringkasan Berita:
  •  Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun, berinisial MIFR, warga Sinduadi, Mlati meninggal dunia.
  • Jasadnya ditemukan hanyut terbawa arus di saluran irigasi Selokan Mataram, Kabupaten Sleman, pada Senin (19/1/2026) dini hari.
  • Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun, berinisial MIFR, warga Sinduadi, Mlati meninggal dunia.

Jasadnya ditemukan hanyut terbawa arus di saluran irigasi Selokan Mataram, Kabupaten Sleman, pada Senin (19/1/2026) dini hari.

Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Sebab, korban sebelumnya terlihat tertidur di dalam rumah bersama sang ibu, sebelum akhirnya ditemukan hanyut di sungai. 

Kasihumas Polresta Sleman, AKP Salamun menyampaikan, berdasarkan keterangan dari para saksi, kronologi kejadian tersebut bermula ketika Minggu (18/1) malam, pukul 23.50 WIB.

Para saksi yang sedang ronda malam mendapat informasi dari seseorang pengendara sepeda motor--yang belum diketahui identitasnya--tentang adanya benda menyerupai anak hanyut terbawa arus di Selokan Mataram

Mereka, lalu mengecek informasi itu dan mendapati seorang anak dalam kondisi tertelungkup di aliran sungai.

"Salanjutnya (tubuh) korban dievakuasi secara manual oleh warga," kata Salamun, Senin. 

Kejadian Senin dini hari

Peristiwa dugaan kecelakaan air tersebut langsung dilaporkan ke Polisi pada Senin (19/1) sekira pukul 00.20 WIB. 

Petugas dari piket fungsi Polsek Mlati, yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian di Jalan Selokan Mataram, Dusun Kutu Asem, Sinduadi, Mlati. 

Saat itu, di lokasi kejadian telah ramai warga berkerumun.

Polisi juga mendapat informasi jika korban, setelah dievakuasi langsung dibawa orang tuanya ke RSA UGM menggunakan kendaraan pribadi.

"Berdasarkan keterangan dari pihak RSA UGM, korban telah dinyatakan meninggal dunia lebih dari 10 menit sebelum dilakukan pemeriksaan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," terangnya. 

Kronologi kejadian

Polisi juga menggali keterangan dari orangtua korban. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved