Berita Jogja
Ledok Tukangan Jogja dari Kampung Preman ke Kampung Wisata
Ledok Tukangan, Yogyakarta, meluncurkan kawasan kuliner Overpass Kewek sebagai simbol transformasi dari kampung yang dulu dicap
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:Ledok Tukangan, Yogyakarta, meluncurkan kawasan kuliner Overpass Kewek sebagai simbol transformasi dari kampung yang dulu dicap kelam menjadi kampung wisata. Warga bertekad mengembangkan homestay dan UMKM untuk mendukung Sumbu Filosofis.
Tribunjogja.com Jogja --- Sore itu, Jumat (16/1/2026), gurat sejarah di kawasan Ledok Tukangan, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, menulis babak baru.
Di bawah bayang-bayang rel kereta api dan hiruk-pikuk kendaraan yang dialihkan dari Jembatan Kewek, warga berkumpul merayakan peluncuran kawasan kuliner Overpass Kewek.
Bagi warga setempat, momen ini bukan sekadar potong pita, melainkan deklarasi perubahan dari kampung yang pada medio 1990-an sempat dicap sebagai sarang preman atau gali.
Kini, mereka berupaya keras memoles diri, bersiap menjadi penyangga utama kemegahan Sumbu Filosofis Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.
Dari Kampung Gali ke Kampung Wisata
Ketua RW 01 Kampung Ledok Tukangan, Adi Kusuma, mengaku masih ingat betul dengan predikat kelam yang lama melekat di kampungnya.
“Kampung kami ini dulu citranya buruk. Kalau orang ingat Tukangan tahun 90-an, pasti ingatnya preman, ingatnya gali. Sekarang, kami ingin mengubah itu. Dari ‘Kampung Gali’ menjadi ‘Kampung Wisata’,” ungkapnya.
Posisi Ledok Tukangan sangat strategis, dihimpit dua stasiun besar yakni Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan, serta bertetangga dengan kantong parkir Menara Kopi yang akan dijadikan pusat transit bus pariwisata.
Adi menegaskan warga tidak ingin hanya menjadi penonton arus wisatawan yang hilir mudik menuju Malioboro maupun Tugu Pal Putih.
“Kami punya mimpi besar. Kami tidak ingin hanya jadi ‘Kampung 1001 Cerita’, tapi juga ‘1001 Homestay’ dan ‘1001 UMKM’. Kami punya aset Kali Code yang bisa dikembangkan,” tegasnya.
Geliat UMKM dan Homestay
Saat ini, kamar-kamar kosong di rumah warga mulai disulap menjadi homestay untuk pelancong backpacker.
Produk UMKM lokal pun bermunculan, menawarkan sensasi otentik perkampungan di tengah kota.
| Rencana Wali Kota Jogja Tata Pedestrian Jokteng Kulon hingga Ngabean |
|
|---|
| Natal Bersama Insan Keuangan DIY: Solidaritas dan Refleksi di Yogyakarta |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Perketat Akses Bus Pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi |
|
|---|
| PP Aisyiyah Kirim Ribuan Buku Anak ke Wilayah Bencana di Sumatra |
|
|---|
| Volume Sampah Yogyakarta Capai 390 Ton per Hari di Libur Natal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tanggalkan-Predikat-Kampung-Gali-Ledok-Tukangan-Bersolek-Jadi-Objek-Wisata-di-Bawah-Overpass-Kewek.jpg)