PMK Kembali Marak, Peternak di Sukoreno Kulon Progo Diimbau Jaga Kondisi Sapi Ternak
Lurah Sukoreno, Olan Suparlan, mengatakan sejauh ini kasus PMK belum ditemukan di sentra ternak Sukoreno.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Kasus PMK pada ternak dilaporkan menyerang di Kulon Progo. Peternak di sentra ternak Kalurahan Sukoreno Kapanewon Sentolo, pun melakukan antisipasi.
- Lurah Sukoreno, Olan Suparlan, mengatakan sejauh ini kasus PMK belum ditemukan di sentra ternak Sukoreno.
- Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menyatakan kasus PMK kali ini tidak separah 2022 silam.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kulon Progo kembali merebak di awal 2026 ini. Menyikapi hal itu, peternak di sentra ternak Kalurahan Sukoreno Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, mulai melakukan antisipasi.
Lurah Sukoreno, Olan Suparlan, mengatakan sejauh ini kasus PMK belum ditemukan di sentra ternak Sukoreno.
Meski kasus ini dilaporkan menyerang puluhan sapi yang ada di sejumlah kapanewon, untuk wilayah Sukoreno Sentolo masih aman.
Belum ada temuan
"Sampai saat ini belum ada laporan resmi tentang paparan PMK pada sapi di Sukoreno," kata Lurah Sukoreno, Olan Suparlan ditemui pada Kamis (15/01/2026).
Ia tak menampik bahwa warga sempat melaporkan kabar jika PMK mulai kembali menyerang sejumlah sapi di Sukoreno. Namun kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kasus PMK di Sukoreno terakhir dilaporkan terjadi di awal 2025. Menurut Olan, tidak ada kematian sapi yang dilaporkan akibat PMK selama periode tersebut.
Antisipasi
"Meski begitu kami tetap menyiapkan antisipasi, terutama untuk Iduladha nanti," ujarnya.
Iduladha menjadi perhatian karena di momen tersebut mobilitas hewan ternak dari luar ke Kulon Progo atau sebaliknya meningkat. Potensi penyebaran PMK pun semakin tinggi.
Peternak di Sukoreno pun kini diimbau untuk menjaga kondisi sapi yang diternakkan. Seperti memastikan asupan gizi yang cukup, kandang yang bersih, hingga penanganan sanitasi yang baik.
"Kami juga berkoordinasi dengan Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) agar saat ada kasus bisa langsung ditindaklanjuti," jelas Olan.
Tidak separah 2022
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo, Yuriati menyampaikan ada tren peningkatan kasus PMK di awal 2026 ini. Peningkatannya terlihat dari jumlah kasus aktif yang mengalami penambahan.
Meski begitu, ia menyatakan bahwa kasus PMK kali ini tidak separah 2022 silam. Sebab saat ini sudah banyak sapi yang divaksin dan para peternak juga sudah tahu cara penanganan hingga pencegahannya.
"Gejala yang muncul kali ini juga lebih ringan dibandingkan saat 2022 lalu," kata Yuriati belum lama ini.(alx)
| Lima Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan Sebagai Desa Binaan Imigrasi, Cegah TPPO dan TPPM |
|
|---|
| Tanah Milik Warga Lendah Kulon Progo Diklaim Anak Pemilik Lama, Kini Diminta Kosongkan Lahan |
|
|---|
| DPRD Kulon Progo Berikan 46 Poin Rekomendasi Sebagai Respon Atas LKPJ Bupati 2025 |
|
|---|
| Dana Transfer Turun, Kulon Progo dan Gunungkidul Kelimpungan Susun RAPBD |
|
|---|
| Dinkes Kulon Progo Temukan 8 Kasus Positif Campak di Awal 2026, Mayoritas Menyerang Usia Dewasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PMK-Kembali-Marak-Peternak-di-Sukoreno-Kulon-Progo-Diimbau-Jaga-Kondisi-Sapi-Ternak.jpg)