Aktivitas Gunung Merapi, Kamis 8 Januari 2026: Teramati 5 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya

Gunung Merapi terpantau mengalami 5 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter, Kamis (8/1/2026)

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Travelkompas.com
Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2968 mdpl) terpantau mengalami 5 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Krasak dan Kali Sat/Putih), dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. 

Fenomena tersebut tercatat sepanjang masa pengamatan, Kamis (8/1/2026), pukul 00.00-06.00 WIB. 

Di samping itu, dalam periode pengamatan yang sama, tercatat pula 14 kali gempa guguran (Amplitudo: 3-29 mm, S-P: 0.3-0.5 detik, Durasi: 21.61-50.29 detik).

Sampai sejauh ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Adapun cuaca Gunung Merapi pada tengah malam hingga pagi tadi cenderung cerah, dengan angin dominan bertiup tenang ke arah timur. 

Sementara, suhu udara berada di kisaran 21.6 °C, kelembaban udara 76.3 persen, dan tekanan udara 916.4 mmHg. 

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta juga memaparkan potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Kemudian, sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, sekaligus mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved