Gejala Demam dan Gangguan Pernapasan Jadi Tanda Awal Super Flu pada Balita
Dinas Kesehatan DIY menimbau masyarakat mewaspadai gejala demam yang muncul bersamaan dengan gangguan pernapasan.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gejala demam disertai gangguan pernapasan menjadi tanda awal super flu yang menjangkiti seorang balita di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebelum kasus tersebut terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dan pasien dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Kabupaten Sleman.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Ari Kurniawati, mengatakan kasus tersebut merupakan satu dari temuan super flu yang telah terdeteksi di Indonesia.
Kementerian Kesehatan, kata dia, sebelumnya menyampaikan bahwa super flu sudah masuk ke sejumlah provinsi, termasuk DIY.
“Kemarin kasus ini terjadi di banyak negara termasuk di Indonesia, terdeteksi disebutkan ada di beberapa provinsi salah satunya di DIY ada satu kasus,” ujar Ari, Selasa (6/1/2026).
Menurut Ari, kasus tersebut terungkap saat pasien balita menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit di Kabupaten Sleman.
Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi pasien membaik dan dinyatakan sembuh. Pasien pun diperbolehkan pulang.
Ari menjelaskan, balita yang terpapar super flu tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan jauh.
Dengan demikian, sumber penularan penyakit masih belum dapat dipastikan secara detail.
“Dia usia anak tidak ke mana-mana, kurang dari satu tahun,” ujar Ari.
Baca juga: Satu Kasus Super Flu Terdeteksi di DIY, Dinkes Pastikan Terjadi September 2025 dan Tak Menyebar
Gejala Awal
Terkait gejala, Ari menyebut pasien awalnya mengalami pneumonia yang disertai demam.
Kondisi tersebut kemudian mengarah pada dugaan super flu sehingga fasilitas layanan kesehatan mengambil sampel untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium.
“Ciri-ciri demam ada gejala pernapasan (gangguan),” kata dia.
Dinas Kesehatan DIY mengingatkan masyarakat, terutama orangtua balita, untuk mewaspadai gejala demam yang muncul bersamaan dengan gangguan pernapasan.
Pemeriksaan medis sejak dini dinilai penting untuk memastikan penanganan yang cepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut. (*)
| Menghalau 'Gunung Es' Obesitas pada Anak di DIY, Orangtua Diminta Perhatikan Asupan Nutrisi Harian |
|
|---|
| Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan, Dinkes DIY Soroti Pentingnya Komunikasi Risiko Medis |
|
|---|
| Sempat Ada 6 Kasus, Dinkes Pastikan DIY Nihil Hantavirus di Awal 2026 |
|
|---|
| Kasus Campak di DIY Naik Menjadi 112 Kasus, Dinkes Gencarkan Percepatan Imunisasi |
|
|---|
| Kasus DBD di Bantul Landai di Awal 2026, Masyarakat Diminta Tetap Gencarkan PSN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-foto-virus-flu-sakit-flu-masker-pakai-masker.jpg)