Kasus DBD di Bantul Landai di Awal 2026, Masyarakat Diminta Tetap Gencarkan PSN
Pada tahun ini sebaran DBD tertinggi ada di lima kapanewon yakni Kapanewon Bantul, Srandakan, Banguntapan, Kasihan dan Pajangan.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat sebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal Januari sampai pertengahan Maret 2026 mencapai 14 kasus dengan catatan nihil korban jiwa.
Jumlah itu tergolong landai dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekadar informasi, baru hampir dua bulan awal tahun lalu, DBD di Bumi Projotamansari telah menyentuh puluhan kasus.
Tercatat selama 1 Januari sampai 6 Februari 2025, terdapat 88 kasus DBD yang tersebar di beberapa kapanewon.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Kabupaten Bantul, Samsu Aryanto, menyampaikan pada tahun ini sebaran DBD tertinggi ada di lima kapanewon yakni Kapanewon Bantul, Srandakan, Banguntapan, Kasihan, dan Pajangan.
"Sebaran DBD masih terjadi dimungkinkan karena adanya perubahan cuaca. Kondisi itu memungkinkan munculnya tempat perindukan nyamuk penular DBD," katanya, kepada wartawan, Senin (16/3/2026) siang.
Selain itu, penurunan kualitas kesehatan lingkungan turut dinilai mempunyai dampak pada tempat perindukan nyamuk.
Maka dari itu, sebagai penekanan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya penanggulangan kasus DBD.
Baca juga: Pastikan Penerangan Jalur Mudik, Dishub Bantul Siapkan 250 Suku Cadang LPJU
Upaya Penanggulangan
Beberapa upaya penanggulangan DBD yang sudah dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Bantul meliputi pelaksanaan fogging, penyediaan RDT NS1 untuk deteksi awal DBD, serta penguatan penanganan dan layanan DBD di fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes).
"Kami juga terus melakukan penguatan promotif preventif di masyarakat, penguatan jejaring lintas program dan lintas sektor untuk Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk dan pemberdayaan Juru Pemantau Jentik," jelasnya.
Tidak hanya itu saja, Dinkes Kabupaten Bantul juga telah melakukan upaya peningkatan kompetensi petugas kesehatan serta memberikan surat edaran kewaspadaan DBD untuk organisasi perangkat daerah, Fasyankes, maupun kalurahan dalam penanggulangan masalah DBD.
Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak lengah dan tetap meningkatkan pengetahuan untuk perilaku hidup bersih dan sehat hingga melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk, baik di dalam dan maupun luar rumah secara serentak seminggu sekali.
"Masyarakat juga kami imbau agar membersihkan penampungan air yang terbuka dan barang bekas di lingkungan tempat tinggal," pinta Samsu.(*)
| Reaksi BGN setelah Puluhan Siswa di Bantul Kembali Mengalami Keracunan Diduga Akibat Menu MBG |
|
|---|
| Dugaan 80 Orang di Jetis Bantul Keracunan Menu MBG, Kareg BGN DIY Perintahkan Evaluasi Total SOP |
|
|---|
| Rugikan Negara Lebih dari Rp768 juta, Seorang Pengemplang Pajak Diserahkan ke Kejari Bantul |
|
|---|
| Gelombang Tinggi Hantam Kapal Nelayan di Parangtritis, Satu Orang Alami Luka |
|
|---|
| JPW Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Keracunan Massal di Bantul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nyamuk-aedes-aegypti.jpg)