Dukung IKM Kulit Naik Kelas, Disperindag DIY Gelar Temu Kemitraan dan Pameran di NKJ Bantul

20 industri Kecil dan Menengah (IKM) komoditas kulit yang telah menggunakan fasilitas mesin di NKJ untuk mendukung proses produksinya.

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
TEMU KEMITRAAN - Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati; Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, GKR Bendara; bersama sejumlah pihak sedang foto bersama di sela-sela pelaksanaan Temu Kemitraan dan Gelar Produk Kulit di Ndalem Kulit Jogja (NKJ), Selasa (9/6/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Temu Kemitraan dan Pameran Produk Kulit di Ndalem Kulit Jogja (NKJ), Sabdodadi, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, 9-11 Juni 2026. 

Setidaknya ada 20 industri Kecil dan Menengah (IKM) komoditas kulit yang telah menggunakan fasilitas mesin di NKJ untuk mendukung proses produksinya.

Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menilai IKM komoditi kulit di DIY memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah, khususnya di bidang industri kreatif.

Namun, banyak pelaku IKM yang menghadapi tantangan seperti akses yang terbatas, kurangnya inovasi produk, dan keterbatasan jaringan kemitraan dengan industri besar atau pasar ekspor.

"Selain itu, pelaku IKM juga masih terkendala dalam meningkatkan kapasitasnya terutama dari sisi permodalan dan adopsi teknologi. Untuk itu, Pemda DIY terus berupaya untuk memajukan pelaku industri kulit di DIY, salah satunya dengan memberikan dukungan fasilitas, serta sarana dan prasarana penggunaan teknologi dalam proses produksi di Ndalem Kulit Jogja bagi IKM Kulit DIY," kata Yuna, saat pelaksanaan Temu Kemitraan dan Pameran Produk Kulit di NKJ, Selasa (9/6/2026).

Dalam rangka meningkatkan daya saing IKM Kulit DIY dan penguatan kemitraan bagi IKM Kulit DIY, maka diperlukan kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan kapasitas produksi bagi pelaku IKM komoditi kulit di DIY.

Karena itu, Disperindag DIY pada tahun 2026 melakukan kegiatan Temu Kemitraan dan Gelar Produk Kulit di NKJ. 

"Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara IKM komoditi kulit dengan berbagai mitra strategis, memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan teknologi untuk pengembangan produk kulit yang inovatif dan berdaya saing, membuka akses pasar baru bagi pelaku IKM melalui jaringan kemitraan yang lebih luas, serta mendukung IKM dalam memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk sesuai standar nasional dan internasional," ujar dia.

Baca juga: Kompetisi Antarkampus Sudah Terjadi, Sri Sultan HB X Desak UGM Bereskan Manajemen Internal

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, GKR Bendara, menyinggung terkait situasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang saat ini semakin meningkat.

Kondisi itu menimbulkan pro dan kontra.

Bila dilihat dari sisi pro, kondisi itu menjadi sebuah kesempatan bagi industri seperti kulit yang lebih dari 75 persen, produknya atau bahan bakunya ada dari Indonesia.

"Hari ini, saya berbicara tentang Gelar Produk Kulit yang ini merupakan potensial bagi mereka untuk wisatawan mancanegara bisa hadir dan membeli produk kulit yang sekarang harganya menjadi jauh dari pasar-pasar mancanegara. Dan ini big market dari Malaysia, China, yang pada datang ke Indonesia untuk berbondong-bondong membeli kerajinan kulit," ucap dia.

Adapun tren mancanegara untuk membeli produk lokal DIY sudah ada sejak 50 tahunan yang lalu.

Namun, tren jual beli produk lokal oleh mancanegara kian meningkat, walau sempat menyusut dikarenakan ada pandemi pada tahun 2019.

Kendati begitu, saat ini daya beli mancanegara terhadap produk lokal sudah naik kembali.

"Walaupun dengan adanya geopolitik di Eropa. Tetapi, itu tidak mengecilkan bahwa mancanegara dari Asia ini benar-benar datang ke Jogja," tutup GKR Bendara. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved