Groundbreaking PSEL TPST Piyungan Direncanakan Maret, Jadi Solusi Jangka Panjang Sampah DIY
Masalah sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta akan ditangani melalui pembangunan pabrik pengolahan sampah menjadi energi listrik PSEL di Piyungan
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Pemerintah pusat akan membangun Pabrik PSEL di TPST Piyungan, DIY, dengan kapasitas 1.000 ton per hari sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah.
- Pembangunan diperkirakan memakan waktu minimal 18 bulan, saat ini masih tahap persiapan dan open bidding.
- PSEL akan mengolah sampah baru sekaligus timbunan lama; pemerintah daerah menyiapkan transportasi sampah, sementara penutupan TPST Piyungan masih dikaji dan koordinasi teknis terus berjalan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masalah sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta akan ditangani melalui pembangunan pabrik pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan oleh pemerintah pusat.
Fasilitas yang digarap melalui Danantara itu ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah di DIY.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, pembangunan PSEL masih membutuhkan waktu sebelum dapat dioperasikan.
Proses pembangunan diperkirakan memerlukan waktu paling cepat 18 bulan karena saat ini masih dalam tahap persiapan oleh Danantara.
“Tapi itu kan jangka waktunya paling cepat 18 bulan baru bisa operasional, karena sedang proses oleh Danantara,” ujar Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Selama masa pembangunan tersebut, pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Kartamantul diminta menangani sampahnya secara mandiri.
Apabila penanganan belum dapat dilakukan secara total, TPST Piyungan masih dapat diakses secara terbatas dengan kapasitas terakhir sekitar 3.000 ton.
“Kami punya cadangan sebenarnya untuk 18 bulan itu,” kata Made.
Baca juga: Balasan Putin ke Trump, Rusia Hancurkan Senjata AS Setelah Penangkapan Maduro
PSEL akan dibangun di atas lahan seluas 5,7 hektar di kawasan TPST Piyungan.
Pemerintah daerah hanya bertugas menyiapkan sarana transportasi atau alat angkut dari sumber sampah menuju lokasi pabrik saat fasilitas tersebut mulai beroperasi.
Saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap open bidding.
“Ground breaking-nya kalau tidak salah Maret nanti,” ujarnya.
Made belum dapat memastikan apakah TPST Piyungan bisa ditutup secara total sebelum pelaksanaan ground breaking.
Namun, evakuasi sampah masih memungkinkan dilakukan secara terbatas setelah pembangunan dimulai karena lokasi pembangunan dan area evakuasi berada di lahan yang berbeda.
| Datin Wisnu Pranyoto: PSEL Solusi Pemungkas Atasi Krisis Sampah di Bantul |
|
|---|
| Progres Rencana Proyek PSEL, Bupati Bantul: Eksekusi Tunggu Danantara |
|
|---|
| Pemkab Bantul Gelontorkan Anggaran Rp5 Miliar untuk Dukung Pematangan Lahan PSEL Piyungan |
|
|---|
| Bupati Bantul Abdul Halim Muslih Sebut Kelanjutan PSEL Piyungan Sepenuhnya Kewenangan Pusat |
|
|---|
| Desentralisasi Pengelolaan Sampah Masih Jadi PR, DIY Siapkan PSEL Berkapasitas 1.000 Ton per Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemkot-Yogya-Targetkan-Angkut-2000-Ton-Sampah-dari-Depo-ke-TPA-Piyungan-Sebelum-Natal.jpg)