Glamping Pinus Pengger, Alternatif Baru Pariwisata di Perbukitan Bantul
Glamping Pinus Pengger hadir sebagai alternatif baru yang diharapkan mampu mengalihkan arus wisatawan ke wilayah perbukitan Bantul.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Dukungan dunia usaha disampaikan oleh Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Yogyakarta, Anita Herawati.
Melalui program TJSL, Angkasa Pura I berkomitmen mendukung penguatan pariwisata berkelanjutan di DIY.
“Tahun 2025 kami menyalurkan bantuan TJSL untuk pembangunan empat unit glamping dan peningkatan fasilitas wisata berbasis alam dan kearifan lokal. Kami meyakini glamping ini akan meningkatkan daya saing destinasi, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan mendorong ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Anita menilai kawasan Gunung Pengger berpotensi menjadi contoh pengembangan wisata yang inklusif dan bertanggung jawab karena melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan destinasi.
Alternatif Wisata Baru
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi mengaitkan pengembangan Glamping Pinus Pengger dengan tingginya tingkat hunian hotel selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Berdasarkan data PHRI, tingkat okupansi hotel di Kota Yogyakarta dan Sleman mencapai 80–85 persen, sedangkan di kabupaten lainnya berada di kisaran 80 persen.
“Dengan kondisi tersebut, kita harus mampu mendistribusikan wisatawan ke wilayah lain. Pinus Pengger diharapkan menjadi pilihan baru untuk menginap ketika glamping ini mulai beroperasi pertengahan tahun nanti,” ujarnya.
Menurut Imam, pemerataan wisata tidak hanya bergantung pada promosi destinasi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia pengelola agar pengalaman wisatawan tetap berkualitas.
“Ini sangat membantu upaya penguatan quality tourism di DIY. Kawasan Hutan Pinus harus mampu menjadi kawasan eksklusif dengan pengalaman berbeda bagi pengunjung,” tegasnya.
Dari sisi pengelola, Ketua Koperasi Notowono Purwo Harsono menyebut kehadiran glamping sebagai momentum kebangkitan ekonomi masyarakat setelah masa sulit pandemi.
“Setelah melalui masa yang sangat sulit pandemi, dukungan dari Pemda dan berbagai pihak sangat berarti. Ada 10 unit glamour camp yang kami siapkan dengan segmen pasar beragam. Harapannya dapat memberdayakan masyarakat dan memberi berkah bersama,” terangnya.
Pelaku industri pariwisata juga menyambut positif kehadiran Glamping Pinus Pengger. Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo menilai fasilitas ini akan memperkaya pilihan akomodasi di wilayah yang selama ini belum banyak memiliki kapasitas besar.
“Bantul belum banyak memiliki akomodasi berkapasitas besar sehingga kehadiran glamping ini menjadi penyemarak sekaligus langkah awal memperkuat pariwisata berkelanjutan. Pengalaman wisata yang berkesan adalah kunci. Kami berharap glamour camp ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pariwisata berkelanjutan dan perekonomian wilayah,” pungkasnya. (*)
| Harga Minyak Goreng Premium Naik, DKUKMPP Bantul: Imbas Harga Plastik Nasional |
|
|---|
| Antisipasi Kebakaran saat Musim Kemarau, BPBD Bantul Imbau Warga Tak Bakar Sampah Sembarangan |
|
|---|
| Musim Kemarau Tiba, BPBD Bantul Ingatkan Warga: Jangan Asal Bakar Sampah dan Buang Puntung Rokok |
|
|---|
| Mantri Bank BUMN di Jogja Didakwa Rugikan Rp2,4 Miliar, Kuasa Hukum Sampaikan Keberatan |
|
|---|
| Dongkrak Ekspor, Kadin Gandeng Bank Bantul dan Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Gubug |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pinus-Pengger-di-kawasan-Wana-Wisata-Budaya-Mataram-Mangunan.jpg)