Glamping Pinus Pengger, Alternatif Baru Pariwisata di Perbukitan Bantul
Glamping Pinus Pengger hadir sebagai alternatif baru yang diharapkan mampu mengalihkan arus wisatawan ke wilayah perbukitan Bantul.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Alternatif destinasi wisata baru, Glamping Pinus Pengger, hadir di wilayah perbukitan Bantul.
- Glamour Camping (Glamping) Pinus Pengger berlokasi di kawasan Wana Wisata Budaya Mataram Mangunan, Dlingo, Bantul.
- Glamping Pinus Pengger akan dilengkapi 10 unit glamour camp dengan segmentasi pasar yang beragam.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lonjakan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta mendorong kebutuhan akan pemerataan destinasi dan akomodasi.
Glamping Pinus Pengger hadir sebagai alternatif baru yang diharapkan mampu mengalihkan arus wisatawan ke wilayah perbukitan Bantul.
Upaya tersebut ditandai dengan soft launching Glamour Camping (Glamping) Pinus Pengger di kawasan Wana Wisata Budaya Mataram Mangunan, Dlingo, Bantul, Selasa (30/12/2025).
Fasilitas wisata berbasis alam ini dikembangkan di Jalan Dlingo–Patuk, Sendangsari, Terong, Dlingo, dengan pendekatan wisata berbasis masyarakat yang menempatkan warga lokal sebagai pengelola utama.
Kolaborasi Berbagai Pihak
Pengembangan Glamping Pinus Pengger melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL/CSR).
Skema kolaboratif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengapresiasi terwujudnya fasilitas glamping di kawasan Hutan Pinus Pengger.
Menurut dia, pengembangan ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang telah dirintis sejak lama.
“Ini wujud kolaborasi pentahelix yang luar biasa. Selain lokasinya indah, ini menjadi bukti cita-cita yang sudah muncul sejak lama akhirnya dapat diwujudkan. Terima kasih kepada Angkasa Pura, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujarnya.
Baca juga: Polres Bantul Siagakan 1.188 Personel untuk Pengamanan Momen Pergantian Tahun 2025/2026
Segmen Pasar Beragam
Ni Made menjelaskan, Glamping Pinus Pengger akan dilengkapi 10 unit glamour camp dengan segmentasi pasar yang beragam.
Keberagaman pilihan akomodasi tersebut dinilai mampu memperkaya pengalaman wisata tanpa harus menciptakan persaingan antardestinasi.
“Berdiri saja di Hutan Pinus Pengger sudah luar biasa, apalagi dengan adanya glamping. Ini menjadi alternatif berbeda sehingga kita tidak harus berkompetisi, melainkan menghadirkan pengalaman unik agar wisatawan dapat memilih,” katanya.
Ia menambahkan, tahap soft launching menjadi momentum penting untuk memulai promosi sekaligus memastikan kesiapan pengelolaan sebelum glamping resmi beroperasi pada pertengahan tahun depan.
“Inovasi dan kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain bahwa kerja bersama dapat mewujudkan banyak hal. Ke depan, yang paling penting adalah perencanaan berkelanjutan dan kesiapan SDM,” imbuhnya.
Dukungan dunia usaha disampaikan oleh Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Yogyakarta, Anita Herawati.
Melalui program TJSL, Angkasa Pura I berkomitmen mendukung penguatan pariwisata berkelanjutan di DIY.
“Tahun 2025 kami menyalurkan bantuan TJSL untuk pembangunan empat unit glamping dan peningkatan fasilitas wisata berbasis alam dan kearifan lokal. Kami meyakini glamping ini akan meningkatkan daya saing destinasi, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan mendorong ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Anita menilai kawasan Gunung Pengger berpotensi menjadi contoh pengembangan wisata yang inklusif dan bertanggung jawab karena melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan destinasi.
Alternatif Wisata Baru
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi mengaitkan pengembangan Glamping Pinus Pengger dengan tingginya tingkat hunian hotel selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Berdasarkan data PHRI, tingkat okupansi hotel di Kota Yogyakarta dan Sleman mencapai 80–85 persen, sedangkan di kabupaten lainnya berada di kisaran 80 persen.
“Dengan kondisi tersebut, kita harus mampu mendistribusikan wisatawan ke wilayah lain. Pinus Pengger diharapkan menjadi pilihan baru untuk menginap ketika glamping ini mulai beroperasi pertengahan tahun nanti,” ujarnya.
Menurut Imam, pemerataan wisata tidak hanya bergantung pada promosi destinasi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia pengelola agar pengalaman wisatawan tetap berkualitas.
“Ini sangat membantu upaya penguatan quality tourism di DIY. Kawasan Hutan Pinus harus mampu menjadi kawasan eksklusif dengan pengalaman berbeda bagi pengunjung,” tegasnya.
Dari sisi pengelola, Ketua Koperasi Notowono Purwo Harsono menyebut kehadiran glamping sebagai momentum kebangkitan ekonomi masyarakat setelah masa sulit pandemi.
“Setelah melalui masa yang sangat sulit pandemi, dukungan dari Pemda dan berbagai pihak sangat berarti. Ada 10 unit glamour camp yang kami siapkan dengan segmen pasar beragam. Harapannya dapat memberdayakan masyarakat dan memberi berkah bersama,” terangnya.
Pelaku industri pariwisata juga menyambut positif kehadiran Glamping Pinus Pengger. Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo menilai fasilitas ini akan memperkaya pilihan akomodasi di wilayah yang selama ini belum banyak memiliki kapasitas besar.
“Bantul belum banyak memiliki akomodasi berkapasitas besar sehingga kehadiran glamping ini menjadi penyemarak sekaligus langkah awal memperkuat pariwisata berkelanjutan. Pengalaman wisata yang berkesan adalah kunci. Kami berharap glamour camp ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pariwisata berkelanjutan dan perekonomian wilayah,” pungkasnya. (*)
| Harga Minyak Goreng Premium Naik, DKUKMPP Bantul: Imbas Harga Plastik Nasional |
|
|---|
| Antisipasi Kebakaran saat Musim Kemarau, BPBD Bantul Imbau Warga Tak Bakar Sampah Sembarangan |
|
|---|
| Musim Kemarau Tiba, BPBD Bantul Ingatkan Warga: Jangan Asal Bakar Sampah dan Buang Puntung Rokok |
|
|---|
| Mantri Bank BUMN di Jogja Didakwa Rugikan Rp2,4 Miliar, Kuasa Hukum Sampaikan Keberatan |
|
|---|
| Dongkrak Ekspor, Kadin Gandeng Bank Bantul dan Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Gubug |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pinus-Pengger-di-kawasan-Wana-Wisata-Budaya-Mataram-Mangunan.jpg)