Gerbang Merapi di Sleman Jadi Alternatif Wisata Warga Lokal Saat Libur Nataru
Gerbang Merapi menjadi ruang alternatif bagi warga DIY yang ingin tetap berwisata tanpa harus berdesakan.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabut tipis yang turun dari lereng Gunung Merapi menjadi pemandangan yang mengiringi langkah wisatawan di kawasan Kaliadem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ketika destinasi wisata perkotaan seperti Malioboro, Kebun Binatang Gembira Loka, hingga kawasan Titik Nol Kilometer dipadati wisatawan dari luar daerah, sebagian warga lokal memilih menepi ke kawasan utara Yogyakarta.
Salah satu yang menjadi pilihan adalah Gerbang Merapi Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.
Destinasi wisata alam ini menawarkan pengalaman berbeda dari hiruk-pikuk pusat kota.
Dengan panorama Gunung Merapi yang terbuka, udara pegunungan yang sejuk, serta fasilitas wisata keluarga, Gerbang Merapi menjadi ruang alternatif bagi warga DIY yang ingin tetap berwisata tanpa harus berdesakan.
Perpaduan Panorama Alam
Sekadar informasi, Gerbang Merapi adalah salah satu destinasi wisata yang semakin populer di kawasan Sleman.
Dengan latar belakang Gunung Merapi yang megah, tempat ini menawarkan pengalaman wisata alam yang memadukan keindahan lanskap pegunungan, udara sejuk, serta berbagai fasilitas menarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Salah seorang pengunjung asal Bantul, Yudha (34) mengaku sengaja menghindari pusat kota selama libur Nataru.
Ia memilih datang ke Gerbang Merapi bersama keluarganya pada pagi hari.
“Kalau Nataru seperti ini, Malioboro sudah pasti penuh. Warga asli Jogja justru memilih cari tempat yang lebih tenang. Di Gerbang Merapi ini masih bisa menikmati suasana liburan, anak-anak bisa main, tapi tidak harus berdesakan,” ujarnya.
Baca juga: BPPTKG Yogyakarta Pastikan Destinasi Wisata di Lereng Merapi Aman Dikunjungi
Yudha menilai kawasan Kaliadem memberi pengalaman yang lebih santai, terutama bagi keluarga yang membawa anak.
Panorama Merapi yang terlihat jelas pada pagi hari juga menjadi nilai tambah tersendiri.
Hal serupa disampaikan Febri (27), wisatawan asal Sleman, yang datang bersama teman-temannya.
Menurutnya, kepadatan wisatawan luar daerah di pusat kota membuat ruang gerak semakin terbatas.
| Plastik Kian Mahal, Pelaku Usaha di Sleman 'Pusing' Atur Strategi, Berharap Harga Kembali Normal |
|
|---|
| Jelang Sidang Vonis Sri Purnomo, JCW Pertanyakan Konstruksi Perkara Dana Hibah Pariwisata Sleman |
|
|---|
| Sempat Terlambat, MSV Studio Bayar Tunggakan Gaji, Pesangon, hingga Tunjangan Kinerja ke 135 Pekerja |
|
|---|
| Catatan Jogja Police Watch: Kejahatan Jalanan di Jogja Kian Brutal di Awal 2026 |
|
|---|
| Pesan Sultan HB X di Syawalan Sleman: Jadikan Semangat Idulfitri untuk Mengurai Kekusutan Hubungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gerbang-Merapi-di-Kaliadem.jpg)