Gerbang Merapi di Sleman Jadi Alternatif Wisata Warga Lokal Saat Libur Nataru

Gerbang Merapi menjadi ruang alternatif bagi warga DIY yang ingin tetap berwisata tanpa harus berdesakan.

Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
ALTERNATIF - Suasana camping di kawasan Gerbang Merapi Kaliadem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan latar Gunung Merapi yang diselimuti kabut, menjadi alternatif pilihan wisata warga lokal saat libur Natal dan Tahun Baru. 

Ringkasan Berita:
  • Gerbang Merapi Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman jadi destinasi alternatif wisata selama masa libur Nataru di DIY
  • Panorama alam yang menyuguhkan keindahan Gunung Merapi dan suasana sejuk jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabut tipis yang turun dari lereng Gunung Merapi menjadi pemandangan yang mengiringi langkah wisatawan di kawasan Kaliadem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Ketika destinasi wisata perkotaan seperti Malioboro, Kebun Binatang Gembira Loka, hingga kawasan Titik Nol Kilometer dipadati wisatawan dari luar daerah, sebagian warga lokal memilih menepi ke kawasan utara Yogyakarta.

Salah satu yang menjadi pilihan adalah Gerbang Merapi Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

Destinasi wisata alam ini menawarkan pengalaman berbeda dari hiruk-pikuk pusat kota.

Dengan panorama Gunung Merapi yang terbuka, udara pegunungan yang sejuk, serta fasilitas wisata keluarga, Gerbang Merapi menjadi ruang alternatif bagi warga DIY yang ingin tetap berwisata tanpa harus berdesakan.

Perpaduan Panorama Alam

Sekadar informasi, Gerbang Merapi adalah salah satu destinasi wisata yang semakin populer di kawasan Sleman

Dengan latar belakang Gunung Merapi yang megah, tempat ini menawarkan pengalaman wisata alam yang memadukan keindahan lanskap pegunungan, udara sejuk, serta berbagai fasilitas menarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama.

Salah seorang pengunjung asal Bantul, Yudha (34) mengaku sengaja menghindari pusat kota selama libur Nataru.

Ia memilih datang ke Gerbang Merapi bersama keluarganya pada pagi hari.

“Kalau Nataru seperti ini, Malioboro sudah pasti penuh. Warga asli Jogja justru memilih cari tempat yang lebih tenang. Di Gerbang Merapi ini masih bisa menikmati suasana liburan, anak-anak bisa main, tapi tidak harus berdesakan,” ujarnya.

Baca juga: BPPTKG Yogyakarta Pastikan Destinasi Wisata di Lereng Merapi Aman Dikunjungi

Yudha menilai kawasan Kaliadem memberi pengalaman yang lebih santai, terutama bagi keluarga yang membawa anak.

Panorama Merapi yang terlihat jelas pada pagi hari juga menjadi nilai tambah tersendiri.

Hal serupa disampaikan Febri (27), wisatawan asal Sleman, yang datang bersama teman-temannya.

Menurutnya, kepadatan wisatawan luar daerah di pusat kota membuat ruang gerak semakin terbatas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved