Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Sering Diteror Api, Rumah Agusyani Kini Dipasang CCTV Bersensor Gerak
Hasil rekaman kamera pengintai ini diharapkan dapat menjadi bahan ilmiah untuk mengungkap awal mula kemunculan 'teror api'
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV) di rumah milik Agusyani di Padukuhan Kasuran Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Seyegan.
Hasil rekaman kamera pengintai ini diharapkan dapat menjadi bahan ilmiah untuk mengungkap awal mula kemunculan 'teror api' yang terus melanda kediaman dua lantai tersebut.
Sebagai saksi mata munculnya api
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menjelaskan, pemasangan kamera pengawas ini dilandasi oleh belum adanya saksi mata yang secara langsung melihat detik-detik awal bagaimana munculnya letupan api hingga menyebabkan barang-barang di rumah Agusyani kebakaran. Kamera CCTV, yang dilengkapi sensor gerak ini dipasang di dua lokasi startegis.
"Kami ingin melihat seperti apa toh asal muasal munculnya api itu. Karena belum pernah ada yang melihat secara langsung proses dari terjadinya kemunculan api hingga menyebabkan kebakaran di beberapa spot itu, sehingga (dengan memasang CCTV) kami bisa mendapatkan oh ternyata begini prosesnya," ujar Bambang, Senin (8/6/2026).
Rekaman visual dari kamera tersebut, kata dia, sangat penting terutama bagi tim ahli. Nantinya, data visual tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai alat bukti tambahan untuk penelitian instrumen ilmiah yang valid.
Aspek keamanan
Selain untuk memecahkan misteri kemunculan api, aspek keamanan lingkungan juga menjadi alasan utama di balik pemasangan CCTV ini. Bambang mengatakan, tingginya perhatian publik atas fenomena ini dan banyaknya orang yang datang dan masuk ke dalam rumah Agusyani, maka perlu ada pengawasan untuk melindungi properti atau barang-barang korban.
"Ketika rumah yang terdampak Bu Fia (Agusyani) ini sering dimasuki orang, kalau ada apa-apa kehilangan, atau apa, yang tidak pas bisa termonitor. Termasuk tamu-tamunya siapa saja yang datang bisa termonitor. Dari BRIN, dari UGM semua bisa termonitor," urai Bambang.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, untuk tahap awal, BPBD Sleman memfokuskan pengawasan pada area-area yang dinilai paling penting di dalam bangunan yakni di ruang depan dan belakang. Kamera yang dipasang sudah dilengkapi teknologi sensor gerak.
Pemasangan CCTV sensor gerak ini diharapkan dapat langsung menangkap aktivitas tidak wajar atau perubahan termal sekecil apa pun begitu ada pergerakan di area tangkapan kamera.(*)
| Hari ke-17 Teror Api Seyegan: Keluarga Korban Berharap Pendampingan Nyata dari Pemerintah |
|
|---|
| BRIN Ikut Terjun ke Lapangan, Teliti Fenomena Teror Api Misterius di Rumah Warga Seyegan Sleman |
|
|---|
| Tim UGM Teliti Fenomena Api di Rumah Warga Seyegan Gunakan Georadar, Deteksi Retakan Bawah Tanah |
|
|---|
| Teror Api Seyegan: 110 Titik Kebakaran Misterius, Kerugian Capai Rp60 Juta |
|
|---|
| Tumpukan Kayu Terbakar, Penghuni Rumah Berharap Teror Api di Seyegan Segera Berakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sering-Diteror-Api-Rumah-Agusyani-Kini-Dipasang-CCTV-Bersensor-Gerak.jpg)