Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Bantul, BPBD Pastikan Tak Ada Pengungsi
Hujan intensitas tinggi yang melanda wilayah DIY, mengakibatkan banjir luapan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Bantul, pada Sabtu (27/12/2025).
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ikrob Didik Irawan
Ringkasan Berita:
- Hujan berintensitas tinggi menyebabkan banjir luapan dan bencana turunan di Bantul, dengan banjir terjadi di 4 titik di wilayah selatan Bantul, namun BPBD memastikan tidak ada warga yang mengungsi.
- Total tercatat 112 kejadian bencana hingga 27 Desember 2025, meliputi banjir, longsor di 13 titik, serta pohon tumbang di 94 titik yang berdampak pada akses jalan, permukiman, jaringan listrik, dan fasilitas umum.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hujan intensitas tinggi yang melanda wilayah DIY, mengakibatkan banjir luapan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Bantul, pada Sabtu (27/12/2025).
Meski dampak cuaca ekstrem meluas di tiga kalurahan, BPBD setempat memastikan hingga saat ini tidak ada warga di wilayahnya yang harus mengungsi akibat bencana tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin mengungkapkan, banjir yang melanda wilayah Bumi Satriya ini terjadi di 4 titik yakni 3 titik di Kapanewon Sanden dan 1 titik di wilayah Kretek.
Semuanya berada di Bantul Selatan. Banjir luapan sungai ini tersebar di 3 Kalurahan yaitu Srigading, Murtigading dan Tirtohargo.
"Obyek terdapak pemukiman, rumah, fasilitas pendidikan. (Warga) yang mengungsi tidak ada," katanya, Sabtu (27/12/2025).
Menurut dia, banjir di wilayah Bantul ini terjadi akibat curah hujan lama yang terjadi sejak Jumat (26/12) siang hingga Sabtu (27/12) pagi sehingga mengakibatkan sungai yang bermuara di Bantul debitnya naik.
Sungai tidak cukup mampu menampung volume air yang datang.
Pemkab Bantul, bersama TNI-Polri dan puluhan komunitas relawan telah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan dan asesmen dampak kejadian.
Menurut Mujahid, berdasarkan laporan situasi hingga pukul 12.00 siang, hujan dengan intensitas lama di Bantul mengakibatkan 112 titik kejadian bencana.
Baca juga: Prambanan dan Kikis–Joholanang Jadi Jalur Tersibuk Arus Nataru di DIY
Kejadian tersebut meliputi banjir di 4 titik. Kemudian gerakan tanah atau longsor di 13 titik. Meliputi Kapanewon Imogiri (7 titik), Dlingo dan Kretek masing-masing (2 titik) serta Piyungan dan Pundong masing-masing 1 titik kejadian.
Lokasi sebaran gerakan tanah berada di kelurahan Donokerto, Girirejo, Mangunan, Parangtritis, Seloharjo, Selopamioro, dan Srimartani.
Hujan deras dengan durasi lama menggerus objek talud, tebing, jembatan, akses jalan, rumah, fasilitas umum dan pekarangan.
Adapun kejadian terbanyak, dampak dari cuaca ekstrem ini adalah pohon tumbang, yang jumlahnya mencapai 94 titik. Pohon tumbang terbanyak ada di Sanden (56 titik).
Disusul Kretek (25 titik), Imogiri (4 titik), Kasihan (4 titik), Sewon (3 titik), Srandakan dan Sedayu masing-masing (1 titik).
| Kebun Melon SMKN1 Pandak, Ruang Belajar dan Tumbuhnya Harapan Akan Lahirnya Petani Muda Modern |
|
|---|
| Pemkab Bantul dan DPR RI Dorong Peningkatan Peran 700 KWT |
|
|---|
| Refleksi 20 Tahun Gempa Yogyakarta, Pakar Sebut Seni Punya Peran Psikososial Pascabencana |
|
|---|
| Perangi Narkoba, Rutan Bantul Gelar Tes Urine Mendadak Bersama TNI-Polri dan BNN |
|
|---|
| Jadwal Pemadaman Jaringan Listrik Wilayah DIY Hari Ini 8 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hujan-Semalaman-Guyur-Bantul-Banjir-Rendam-Wilayah-Srigading.jpg)