Prambanan dan Kikis–Joholanang Jadi Jalur Tersibuk Arus Nataru di DIY
Pergerakan kendaraan tertinggi selama libur Natal dan Tahun Baru di Daerah Istimewa Yogyakarta terpantau di jalur Prambanan dan Kikis–Joholanang.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Ikrob Didik Irawan
Ringkasan Berita:
- Arus kendaraan libur Natal dan Tahun Baru di DIY masih tinggi, dengan puncak pergerakan terpantau di jalur Prambanan untuk arus keluar dan Kikis–Joholanang untuk arus masuk per 26 Desember 2025.
- Total kendaraan masuk DIY mencapai 1,43 juta unit dan keluar 1,33 juta unit, didominasi sepeda motor, dengan pergerakan signifikan juga terjadi di jalur utara, barat, dan selatan yang relatif seimbang.
TRIBUNJOGJA.COM - Pergerakan kendaraan tertinggi selama libur Natal dan Tahun Baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpantau di jalur Prambanan dan Kikis–Joholanang.
Pada Jumat (26/12/2025), arus keluar di Prambanan mencapai 37.008 kendaraan, sementara arus masuk di Kikis–Joholanang tercatat 32.293 kendaraan.
Data Dinas Perhubungan DIY menunjukkan, hingga 26 Desember 2025, total kendaraan yang masuk ke wilayah DIY mencapai 1.431.453 unit, sedangkan kendaraan yang keluar tercatat 1.338.943 unit.
Angka tersebut dihimpun dari pemantauan di sejumlah gerbang dan titik pantau lalu lintas utama di wilayah DIY selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY Rizki Budi Utomo mengatakan, pergerakan kendaraan pada periode tersebut masih terpantau cukup tinggi, terutama pada jalur-jalur utama penghubung antarwilayah.
“Berdasarkan data pemantauan per tanggal 26 Desember 2025, pergerakan kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru masih cukup tinggi. Total kendaraan yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat 1.431.453 unit, sementara kendaraan yang keluar sebanyak 1.338.943 unit. Arus tertinggi terpantau di jalur Prambanan untuk kendaraan keluar dan Kikis–Joholanang untuk kendaraan masuk,” ujar Rizki.
Di wilayah timur DIY, Prambanan mencatat 25.410 kendaraan masuk dan 37.008 kendaraan keluar, sedangkan Kikis–Joholanang mencatat 32.293 kendaraan masuk dan 19.310 kendaraan keluar.
Sementara itu, di wilayah utara, Krasak (Tempel) mencatat 30.767 kendaraan masuk dan 18.193 kendaraan keluar, sedangkan Samudra Raksa (Kalibawang) mencatat 12.978 kendaraan masuk dan 6.279 kendaraan keluar.
Di wilayah barat, arus lalu lintas di Temon Congot (Jalan Daendels) dan Temon PJR (Purworejo) masing-masing tercatat 9.728 kendaraan masuk dan 5.296 kendaraan keluar.
Wilayah Selatan
Adapun wilayah selatan yang meliputi Kabupaten Gunungkidul menunjukkan arus yang relatif seimbang.
Perbatasan Ngawen mencatat 18.834 kendaraan masuk dan 18.917 kendaraan keluar, Semin mencatat 11.382 kendaraan masuk dan 11.421 kendaraan keluar, Gedangsari mencatat 8.660 kendaraan masuk dan 9.093 kendaraan keluar, serta Rongkop dengan 6.167 kendaraan masuk dan 6.356 kendaraan keluar.
Untuk Tol Prambanan, tercatat 16.225 kendaraan masuk dan 14.290 kendaraan keluar.
Berdasarkan jenis kendaraan, arus lalu lintas masih didominasi sepeda motor. Pada 26 Desember 2025, tercatat 97.285 sepeda motor masuk dan 81.463 sepeda motor keluar dari wilayah DIY.
Sementara itu, mobil tercatat 44.663 unit masuk dan 34.216 unit keluar, bus 5.997 unit masuk dan 7.631 unit keluar, serta truk 10.558 unit masuk dan 11.204 unit keluar.
| Direktur RSUD Prambanan Segera Diperiksa Terkait Dugaan Malapraktik yang Tewaskan Balita Asal Bantul |
|
|---|
| Dugaan Malapraktik Tewaskan Balita, Direktur RSUD Prambanan Segera Diperiksa |
|
|---|
| Kasus Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan: Polda DIY Periksa 5 Saksi |
|
|---|
| Polisi Periksa 5 Saksi dalam Kasus Dugaan Malapraktik Kematian Balita di RSUD Prambanan |
|
|---|
| Kasus Dugaan Malapraktik Balita, Direktur RSUD Prambanan Diperiksa Polisi Pekan Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tol-Prambanan-saat-long-weekend-Maulid-Nabi.jpg)