Polisi Tanggapi Tudingan Upaya Pembungkaman Saat Diskusi Buku di Yogyakarta
Kapolresta Yogakarta menyebut kedatangan anggota kepolisian sebagai upaya menjalankan tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Kapolresta Yogyakarta membantah tudingan adanya upaya pengawasan berlebihan pada acara diskusi buku berjudul “Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami”
- Menurut Kapolresta, maksud kedatangan anggota Polsek Kraton ke acara tersebut untuk memastikan jalannya kegiatan.
- Diskusi buku yang dihadiri sekitar 60 hingga 70 orang di sebuah toko buku di Kota Yogyakarta pada Senin (22/12/2025) lalu didatangi dan diawasi oleh aparat kepolisian.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polisi buka suara terkait tudingan adanya upaya pengawasan berlebihan pada acara diskusi buku berjudul “Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” yang diselenggarakan di sebuah toko buku daerah Tamansari, Kota Yogyakarta, Senin (22/12/2025).
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengatakan maksud kedatangan anggota Polsek Kraton ke acara tersebut untuk memastikan jalannya kegiatan.
Sebab, pihak kepolisian setempat tidak mendapat pemberitahuan kegiatan sebagaimana dimaksud.
"Dari Polsek kemarin itu datang ke sana, bukan ibaratnya menanyakan izin, tetapi mereka ibaratnya itu menyampaikan kepada Panitia, mbok yo (tolong lah) kami ditembusi ataupun ada pemberitahuan untuk ada kegiatan ini," kata Pandia, saat dihubungi Kamis (25/12/2025).
Pandia menyampaikan, kedatangan anggota kepolisian sebagai upaya menjalankan tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.
"Yang kedua, polisi itu tidak pernah melarang masyarakat melaksanakan kegiatan apapun. Tetapi, mungkin Panitia ini merasa ini kok seolah polisi mengawasi. Sebenarnya tidak, kami tidak ada mengawasi. Maksud kami ini kan, kalau ada kegiatan masyarakat, oh kita tahu," tegas Eva Pandia.
Dia menuturkan pihak kepolisian memiliki SOP intelijen menyangkut kegiatan yang harus dilakukan pengamanan tertutup dan pengamanan terbuka, serta cukup hanya dengam monitoring saja.
Bantah Pembungkaman
Pihaknya membantah kedatangan anggotanya dengan maksud mengawasi atau membungkam hak berpendapat, lantaran materi dalam buku “Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” berisi perlawanan perempuan yang ditulis berdasarkan reportase Konde.co untuk mengkritisi kebijakan pemerintah.
"Enggak, nggak ada. Nggak ada, karena kemarin juga kan anggota maupun Kapolsek kan nggak masuk ke dalam, nggak mengikuti acara, hanya memastikan saja itu saja sih, nggak ada," ujar Pandia.
Kapolresta berharap setiap masyarakat yang hendak mengadakan kegiatan, untuk memberitahu pihak kepolisian.
"Jadi nggak harus mengajukan izin informasi, ibaratnya ada Bhabinkamtibmas disitu. Nanti ada kegiatan ini, bedah buku. Nggak ada masalah kok. Intinya udah ditembusi, jadi kita udah ada merekap semua kegiatan masyarakat yang ada di Yogyakarta itu," terang Eva Pandia.
Baca juga: Diskusi Buku di Jogja Didatangi Aparat, Dua Jam Kebebasan Berbicara Mati Suri
Didatangi dan Diawasi Polisi
Diberitakan sebelumnya, diskusi buku berjudul “Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” yang semestinya menjadi ruang transfer pengalaman dan pengetahuan justru menjadi sebuah kekhawatiran bagi penulis maupun penyelenggara.
Pasalnya, diskusi yang dihadiri sekitar 60 hingga 70 orang di sebuah toko buku di Kota Yogyakarta pada Senin lalu (22/12/2025) didatangi dan diawasi oleh aparat kepolisian.
Hal itu dibenarkan oleh Luviana Ariyanti sebagai Pemimpin Redaksi dan Penanggungjawab Konde.co sekaligus Editor buku "Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami."
| Pemerhati Anak: Kasus Little Aresha Bukti Lemahnya Pengawasan Lembaga Pengasuhan |
|
|---|
| Komentar Cahya Supriadi Setelah Jadi Pemain Terbaik di Laga PSIM Yogyakarta vs Persija |
|
|---|
| Wujudkan Konektivitas Bantaran, Pemkot Yogya Lanjutkan Proyek Jalan Inspeksi di Tiga Sungai Besar |
|
|---|
| UGM Akui Penasihat Daycare Little Aresha Yogyakarta Merupakan Dosen Aktif |
|
|---|
| Netizen Salah Sasaran, Hujat ASN Dinkes Bantul Dikira Pengelola Daycare Little Aresha Jogja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Diskusi-Buku-di-Jogja-Didatangi-Aparat-Dua-Jam-Kebebasan-Berbicara-Mati-Suri.jpg)