Potensi Bencana di Sleman Meluas, Tambah Banjir Bandang hingga Wabah

Potensi bencana di Kabupaten Sleman semula hanya ada tujuh kini berganti menjadi sebelas. Tambah 4. Jadi ada 11 potensi bencana

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa/Dok. Pemkab Sleman
HADAPI BENCANA: Sekda Sleman, Susmiarto saat meninju langsung beragam peralatan penanggulangan bencana seusai memimpin apel siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem di Posko Utama BPBD Sleman di Pakem, Selasa (16/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB) tahun 2026-2030 yang sedang disusun BPBD Slemanpotensi bencana di Sleman yang semula hanya ada 7 kini menjadi 11.
  • Potensi bencana di Sleman semula letusan Gunung Merapi, banjir lahar hujan, tanah longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan hidrologis, kini tambah banjir bandang, likuifaksi, kegagalan teknologi, penyakit wabah.
  • Dokumen kajian KRB yang terbaru ditargetkan akan berlaku per Januari awal
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Potensi bencana di Kabupaten Sleman kini meluas. Jika sebelumnya, ancaman utama bumi sembada didominasi oleh erupsi Gunung Merapi dan angin kencang, kini daftar potensi bencana meluas. 

Hal itu terungkap berdasarkan dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB) tahun 2026-2030 yang sedang disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman

Dokumen kajian terbaru: 11 potensi bencana

Dokumen tersebut akan memperbarui dokumen KRB lama tahun 2020-2025, yang mana potensi bencana di Kabupaten Sleman semula hanya ada tujuh kini berganti menjadi sebelas. 

"Tambah 4. Jadi ada 11 potensi bencana yang mungkin bisa terjadi di Sleman," Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sleman, Uun Mardiyanto, Selasa (16/12/2025). 

Pada dokumen yang lama, jumlah potensi bencana di Kabupaten Sleman meliputi letusan Gunung Merapi, banjir lahar hujan, tanah longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan hingga kekeringan hidrologis.

Sedangkan di dokumen yang baru, potensi bencana bertambah banjir bandang, likuifaksi, kegagalan teknologi hingga penyakit yang berpotensi menjadi wabah. 

Berlaku Januari

Penyusunan dokumen KRB ini mengacu pada dokumen yang sama yang sedang disusun Pemda DIY. Uun mengungkapkan, bahwa penyusunan dokumen kajian resiko bencana ini sudah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu.

Tahapannya dimulai dari menyelenggarakan Forum Grup Discussion (FGD) dengan mengundang para tenaga ahli dan tokoh lainnya. Pekan ini diagendakan pemaparan terakhir sebelum disahkan dengan terbitnya SK Bupati. 

"Targetnya Desember ini harus jadi. Karena per Januari awal harus sudah berlaku," kata dia. 

Setelah dokumen disahkan, BPBD Kabupaten Sleman nantinya akan segera melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Disamping itu, BPBD juga menyusun rencana kontinjensi (Rekon) atau rencana yang dibuat untuk mengantisipasi suatu keadaan bencana atau semacam panduan yang bisa diimplementasikan langsung di masyarakat. 

Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Menghadapi cuaca ekstrem di musim penghujan, BPBD Kabupaten Sleman pada Selasa (16/12) telah menggelar Apel Siaga di Posko utama Pakem. Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada musim hujan.

Sekda Kabupaten Sleman, Susmiarto yang memimpin apel dalam sambutannya mendorong seluruh unsur yang terkait untuk mengaktifkan posko terpadu, menyinkronkan data kawasan rawan bencana, serta memastikan ketersediaan logistik dan peralatan evakuasi.

Baginya, apel siaga ini menjadi penegas bahwa keselamatan masyarakat sangat bergantung pada kesiapsiagaan dan koordinasi yang kuat. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved