Dari Kota Yogya, Sepiring Nasi Lemak Gratis untuk Warga Rantau Terdampak Bencana Sumatra
Warung menggulirkan program makan gratis bagi warga perantauan asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak bencana banjir
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Nasi Lemak Jasa Ayah di Jalan Wiratama, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, menggulirkan makan gratis bagi warga perantauan asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang daerah asalnya tengah dilanda bencana banjir.
- Inisiatif tersebut lahir dari rasa empati yang mendalam sang pemilik warung terhadap para korban bencana di Sumatra dan Aceh.
- Lewat makan gratis, pemilik warung berharap anak-anak terdampak bencana di Aceh dan Sumatra yang merantau di Yogyakarta tidak tidur dalam keadaan lapar
TRIBUNJOGJA.COM - Aroma rempah yang kuat langsung menyapa indera penciuman begitu menjejakkan kaki di Jalan Wiratama, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Di sebuah bangunan bernuansa semi-terbuka dengan atap joglo kayu yang kokoh, deretan kursi plastik berwarna toska tampak tertata rapi.
Di bagian depan, papan nama besar berwarna hijau bertuliskan "Nasi Lemak Jasa Ayah" menyambut pengunjung dengan sebuah kutipan yang menggelitik hati, "Sarapan sing sederhana, nanging kebak makna."
Namun, belakangan, makna yang ditawarkan warung makan hidangan khas Melayu tersebut jauh lebih dalam dari sekadar sepiring nasi lemak hangat.
Di tengah hiruk-pikuk keramaian Kota Yogyakarta, Nasi Lemak Jasa Ayah menginisiasi sebuah gebrakan sunyi, namun mengandung dampak sosial nan besar.
Warung ini menggulirkan program makan gratis bagi warga perantauan asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang daerah asalnya tengah dilanda bencana banjir.
Yesi, salah satu pegawai Nasi Lemak Jasa Ayah, menuturkan, bahwa inisiatif tersebut lahir dari rasa empati yang mendalam sang pemilik warung.
"Owner kami kebetulan punya saudara di Aceh, tepatnya di Kabupaten Bireuen. Sempat kepikiran mau bantu ke sana, tapi terkendala akses pengantaran dan koneksi yang sulit saat bencana," ujarnya, Senin (8/12/25).
Ekonomi lumpuh
Niat baik itu tak surut begitu saja, seiring kesadaran sang pemilik bahwa dampak bencana tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berada di lokasi kejadian.
Tetapi juga para perantau di Yogyakarta, terutama mahasiswa, yang kiriman uang bulanannya berpotensi tersendat karena ekonomi keluarga di kampung halaman sedang lumpuh.
"Pasti yang merantau ini ekonominya juga lagi kesusahan. Nah, kita berusaha membantu lewat makan gratis, setidaknya untuk mengurangi beban mereka," sambung Yesi.
Program pun sudah berjalan sekitar dua minggu terakhir. Syarat untuk menikmatinya pun dibuat sangat sederhana, tanpa birokrasi yang berbelit-belit.
Ya, warga perantau dari tiga provinsi terdampak bencana tersebut cukup datang dan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka kepada kasir.
Tidak ada jam khusus untuk program ini. Yesi menegaskan, mereka bisa datang kapan saja selama jam operasional warung, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
| Kampanyekan Makanan Pendamping Beras, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Gelar Lomba Memasak |
|
|---|
| Kata-kata Van Gastel usai PSIM Yogyakarta Akhiri Puasa Kemenangan |
|
|---|
| Kalah dari PSIM Yogyakarta, Pelatih Malut United Pertanyakan Kartu Merah Angulo Mosquera |
|
|---|
| Putus Tren Negatif di Super League, Pelatih PSIM Yogyakarta Ungkap Rahasianya |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Akhiri Puasa Kemenangan, Bekuk Malut United 2-0 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dari-Kota-Yogya-Sepiring-Nasi-Lemak-Gratis-untuk-Warga-Rantau-Terdampak-Bencana-Sumatra.jpg)