DIY Kirim 840 Kg Obat untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Obat yang dikirimkan bagian dari buffer stock tersedia dan disiapkan untuk situasi darurat, baik di DIY maupun untuk membantu daerah lain

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
KIRIM BANTUAN: Penerimaan simbolis bantuan obat-obatan dari Pemda DIY dalam acara pelepasan tim relawan penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera, di Yogyakarta, Kamis (4/12/2025). Bantuan yang dikirimkan mencakup obat-obatan esensial dan masker untuk mendukung layanan kesehatan di wilayah terdampak. 

Ringkasan Berita:
  • Pemda DIY mengirimkan 840 kilogram obat-obatan dari cadangan darurat Dinas Kesehatan DIY ke korban bencana di Aceh dan wilayah terdampak lain di Sumatra.
  • Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, menyebut bahwa obat yang dikirimkan merupakan bagian dari buffer stock yang tersedia dan memang disiapkan untuk situasi darurat, baik di DIY maupun untuk membantu daerah lain ketika dibutuhkan.

 

TRIBUNJOGJA.COM- Sebanyak 840 kilogram obat-obatan dari cadangan darurat Dinas Kesehatan DIY dikirim ke Aceh dan wilayah terdampak lain di Sumatera, menyusul permintaan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan dasar para penyintas. 

Bantuan ini merupakan bagian dari dukungan DIY terhadap upaya tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan kerusakan luas dan mengganggu layanan kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, membenarkan rencana pengiriman tersebut saat dihubungi Kamis (4/12). Ia menyebut bahwa obat yang dikirimkan merupakan bagian dari buffer stock yang tersedia dan memang disiapkan untuk situasi darurat, baik di DIY maupun untuk membantu daerah lain ketika dibutuhkan.

“Jadi ini kami di Dinas Kesehatan mempunyai buffer stock yang memang dipergunakan apabila dibutuhkan ya. Dan dengan adanya bencana di Sumatera ini, kemarin kami dapat arahan bisa dipergunakan untuk membantu. Jadi sebagian dari stok yang ada kami kirimkan karena kebutuhan medis dasar di lokasi bencana cukup mendesak,” ujar Anung.

Obat esensial

Anung menjelaskan, obat-obatan yang dikirim adalah obat esensial yang umum dibutuhkan di posko kesehatan dan fasilitas medis terdampak bencana. Golongan obat tersebut mencakup obat penghilang rasa sakit, penurun demam, obat gatal, hingga multivitamin.

“Kami akan memberikan kira-kira bantuan obat untuk pengobatan dasar seperti obat-obat untuk analgetik, pengurang rasa sakit, penurun demam, antipiretik, kemudian obat-obat gatal, dan multivitamin, itu sejumlah 840-an kilogram. Jadi total ditambah dengan masker,” katanya.

Distribusi Tahap Awal dan Kolaborasi dengan MDMC
Pengiriman obat dilakukan secara bertahap melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Pada tahap awal, sebagian obat disalurkan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang memiliki akses cepat ke Aceh, salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

“Kami bekerja sama dengan MDMC untuk mendistribusikan sebagian obat-obatan tersebut. Kami titipkan untuk disampaikan di Aceh, karena MDMC rencananya akan berangkat besok pagi,” papar Anung.

Ia menambahkan, pengiriman melalui MDMC ini hanya pengiriman awal. Sementara sisa bantuan akan dikonsolidasikan lebih lanjut agar dapat dikirim bersamaan dengan logistik lain dari Pemda DIY.

Menurut Anung, distribusi lanjutan akan disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan di lapangan. Pemerintah daerah di Aceh akan menentukan lokasi penyaluran obat agar tepat sasaran.

“Jadi nanti kami tergantung dengan assessment teman-teman yang ada di lapangan. Tentunya pemerintah daerah Aceh nanti akan disalurkan di sana di mana. Kami titipkan saja dengan MDMC,” ujarnya.

Tahap awal pengiriman difokuskan ke Aceh karena daerah tersebut membutuhkan dukungan medis segera. Namun, Anung memastikan penyaluran berikutnya ke wilayah lain di Sumatera tetap terbuka menunggu pemetaan kebutuhan.

Meskipun sebagian buffer stock dikeluarkan, Dinas Kesehatan DIY memastikan ketersediaan obat untuk kebutuhan warga Yogyakarta tetap aman dan terjaga.

“Kita tetap mengalokasikan buffer stock untuk DIY karena kita harus mempunyai stock obat yang siap digunakan. Jadi untuk buffer stock di Jogja sendiri masih aman,” tegas Anung.

Bantuan ini diharapkan membantu mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana, terutama pada fase tanggap darurat yang sangat membutuhkan dukungan logistik medis.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved